Skip to main content

Agustinus, SMPN 9 Tambun Selatan Penderita Gagal Jantung, Butuh Bantuan

BEKASI-Agustinus Sihotang (14) penderita gagal jantung dan rematik, kini membutuhkan bantuan lanjutan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi maupun uluran tangan para donatur. Setelah, sebelumnya gagal menjalani operasi yang dilakukan tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat.  

Keselamatan jiwa Agustinus, putra pertama dari pasangan Haryati Naenggolan (38) dan Holowan Sihotang (41), menunggu datangnya bantuan dari pemerintah daerah untuk segera dilakukan operasi pertamanya. 

Keterbatasan biaya operasi menjadi hambatan keluarga kurang mampu ini. Adapun biaya yang harus dikeluarkannya sebesar Rp 50 juta. 

Agustinus, warga Kampung Jatimulya Rt 07/Rw 07, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, sejak usia lahir telah mengindap jantung bocor serta rematik. Keluarga pun baru mengetahuinya, ketika anaknya berusia 14 tahun. Pasalnya, Ibunda dari siswa kelas III, SMPN 9 Tambun Selatan ini tidak pernah memperhatikan sebelumnya. 

"Sejak enam bulan yang lalu, Agustinus mulai terlihat penyakitnya. Dia mulai ngedrop pada 30 Agustus 2010. Hanya beberapa minggu Agustinus menjalani perawatan di rumah sakit umum Bekasi. Karena, kurangnya peralatan rumah sakit, dia dirujuk ke rumah sakit Hasan Sadikin Bandung," tutur Ibunda Agustinus kepada wartamerdeka.com

Di RS Hasan Sadikin, lanjut Haryati, hanya menjalani perawatan selama dua minggu, sebab jaminan surat tidak mampu (jamkesmas) terbatas untuk biaya operasi. "Saya harus ada biaya operasi sebesar Rp 50 juta, itupun sudah dikurangi dari setengahnya sebesar Rp 150 juta," terang Ibu rumah tangga ini.  

Lebih lanjut, Haryati menambahkan perhatian pemerintah daerah hanya sebatas kunjungan saja. Keluarga meminta, agar dikawal sampai operasi berlangsung. "Beberapa waktu lalu, pihak Kecamatan, puskesmas dan dinas kesehatan sudah berkunjung kerumah menjenguk Agustinus," kata Haryati, seraya  berharap, nantinya bisa segera dioperasi secepatnya dengan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi," pintanya. 

Diketahui, Agustinus masih menjalani perawatan biasa di rumah Orangtuanya. Sejak menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, aktivitas sekolah terhenti selama tiga bulan terakhir ini. 

"Kami berharap, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi merekomendasikan biaya sebesar Rp 50 juta dan ditindaklanjuti pelaksanaan operasi dari keluarga Sihotang," ujar Jonly Nahampun, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Daerah (LP3D) Bekasi, yang juga mengawal keluarga korban. (dha)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.