Skip to main content

Bapak Tewas, Anak Dilarikan Ke Rumah Sakit

PATI-Suharsono 60 tahun dan anaknya Endah Setyorini dianiaya di rumahnya di desa Bulu  Manis Kidul RT 6 RW 4  Kecamatan Margoyoso, Pati  Sabtu  (9/10/2010) malam  oleh orang tak dikenal. Suharsono ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya dengan luka yang cukup serius di bagian kepala  leher  dan perut,  sedangkan anaknya Endah Setyorini sempat menyelamatkan diri setelah disekap di dalam kamarnya. Karena luka yang cukup serius,  Endah dilarikan warga ke rumah sakit islam Pati.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 wib. Saat itu korban Suharsono pulang ke rumahnya setelah menghadiri acara arisan rt di dekat rumahnya. Tiba-tiba ia mendengar suara teriakan anaknya dari dalam rumahnya. Dia  bermaksud menolong anaknya. Mendadak   ia sudah diserang oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam. Karena perkelahian tidak seimbang korban tewas dengan luka yang cukup parah di sekujur tubuhnya,  sementara anaknya berhasil menyelamatkan diri dan meminta pertolongan warga  dan dilarikan ke rumah sakit.

Salah satu saksi yang juga tetangga korban,  Siswanto menuturkan,  ketika itu ia pulang dari arisan  tiba-tiba ia mendengar dari rumah korban ada seseorang minta tolong  dan langsung menuju TKP. Sesampai di rumah korban ia mendapati anak korban sudah berlumuran darah dan korban Suharsono sudah tewas tersungkur di depan teras samping rumahnya. Dari keterangan anak korban diketahui pembunuh menggunakan cadar  topi  dan baju berwarna hijau.

Sementara Kapolres Pati  AKBP Sigit Listyo Prabowo  mengatakan, terkait dengan kasus ini pihaknya masih melakukan penyidikan  dugaan sementara korban di bunuh karena masalah pribadi anaknya  karena ketahuan saat melakukan aksinya oleh korban// tersangka nekat membunuh korban.

Hingga kini aparat Polres Pati yang melakukan penyidikan masih mengumpulkan sejumlah keterangan saksi  dan mencari data tambahan di TKP. Sementara itu anak korban yang menjadi saksi kunci peristiwa ini saat ini masih dirawat di rumah sakit islam Pati. (hasan/kir)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.