Skip to main content

Diduga Ada Penyimpangan, 2 Karyawati Koperasi Swamitra KUD Minatani Lamongan Undur Diri


Keterangan Foto : Sunarji (Ketua KUD) dan Kasulasa (wakilnya)                
LAMONGAN-Dugaan adanya penyimpangan di tubuh koperasi Swamitra KUD minatani Brondong-Lamongan-Jawa Timur, kian menguat setelah dua orang karyawatinya, yakni Ts dan Rn mengundurkan diri dari koperasi binaan Bank BUKOPIN tersebut. Sebelumnya, karyawan berinisial Ff juga mengundurkan diri terkait adanya dugaan ketidakberesan di interen koperasi tersebut. Ironisnya, kasus dugaan itu, sudah berjalan hampir setahun, namun belum ada penyelesaian. Padahal, Swamitra adalah salah satu unit usaha KUD Minatani, salah satu KUD yang berpredikat Mandiri bekerjasama dengan Bank Bukopin.
Ada indikasi, keluarnya dua karyawati Swamitra KUD Minatani karena merasa gaji yang diterimanya relatif masih kecil sehingga keduanya eksodus ke Bank Mandiri. Selain itu, indikasi yang kini santer menjadi buah bibir adalah terjadinya penyimpangan di tubuh unit usaha yang dikelola Bank Bukopin tersebut
Beberapa anggota KUD Minatani setempat menyayangkan belum adanya penuntasan adanya dugaan ini. “Seharusnya pengurus tanggap begitu tercium ada dugaan yang kurang baik segera diselesaikan, selain itu, fungsi BP harus makin optimal, jangan BP hanya tukang stempel pengurus saja,” kata salah seorang anggota KUD yang enggan disebut namanya.
Terkait kasus tersebut, ketua KUD Minatani kecamatan Brondong-Lamongan, Sunarji menepis dugaan adanya kasus penyimpangan itu, namun pihaknya membenarkan adanya dua karyawatinya yang keluar secara mendadak.
“Soal adanya dugaan yang memang pernah ada, jelasnya sudah selesai sehingga mundurnya dua karyawan Swamitra tidak terkait dengan masalah itu,” ujarnya.
Carut marut manajemen KUD dengan belasan ribu anggota ini ternyata belum cukup sampai di sini, setelah terjadinya pergantian pengurus beberapa bulan kemarin situasinya agak kurang sehat. Bahkan, belakangan ada salah satu manajer unit yang mengancam akan keluar dari posisinya menyusul adanya Surat Pernyataan yang dikeluarkan oleh pengurus. Salah satu poinnya, kabarnya manajer unit atau karyawan tidak boleh mengeluarkan statemen apapun keluar yang notabene ke anggota terkait seluruh bidang usaha koperasi.
Menyikapi isu ancaman ini, wakil ketua KUD Minatani, Kasulasa yang juga membidangi seluruh bidang usaha di koperasi terbesar itu secara tegas mengelak. “Kalau Surat Pernyataan membuat manajer unit gerah, rasanya tidak benar, apalagi ancaman, akan tetapi kalau memang ada manejer unit yang belum atau lambat menandatangani, memang benar,” papar dia.
Dia juga menjelaskan bahwa Surat Pernyataan atau lambatnya manajer unit menandatangani surat tersebut tidak ada relevansinya dengan masalah dugaan di Swamitra. “kami melakukan hal tersebut hanya semata-mata untuk memberi penekanan pada seluruh manajer agar makin meningkatkan etos kerja dan terutama disiplin usahanya,” tambah Kasulasa. (Mas)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).