Skip to main content

Direktur Litbang dan Operasional PT. Semen Gresik Tinjau Bakal Lokasi Pabrik di Rembang

 
REMBANG-PT Semen Gresik menyatakan siap menginvestasikan dana sejumlah Rp 3,5 triliun untuk membeli area yang akan digunakan untuk mendirikan pabrik dan lokasi bahan baku semen di kabupaten Rembang. Sedikitnya perusahaan semen tersebut membutuhkan lahan total seluas 700 hektar untuk lokasi pabrik dan kawasan tambang.
Direktur Llitbang dan Operasional PT Semen Gresik, Suharto saat meninjau bakal lokasi pabrik di desa Tegaldowo kecamatan Gunem kemarin menjelaskan, saat ini perusahannya tengah melakukan eksplorasi untuk menentukan jumlah deposit bahan baku utama pembuatan semen di wilayah pegunungan Tegaldowo dan wilayah lain di Kabupaten Rembang. Eksplorasi membutuhkan waktu sampai tiga bulan, selanjutnya disusul melakukan kajian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dengan waktu sekitar enam bulan.

Agar rencana pendirian pabrik semen di kemudian hari tidak bermasalah, Suharto menuturkan bila PT Semen Gresik juga mengalokasikan 2% dari keuntungannya dalam program Corporate Social Responshibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan, bila pabrIk semen nanti telah beroperasi. CSR disalurkan dalam bentuk bantuan dana pendidikan, keagamaan, kesehatan dan kegiatan sosial lain untuk masyarakat.

Terpisah, Sekretaris Dinas Energi, Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Kabupaten Rembang Wuryanto menjelaskan, selain PT Semen Gresik ada 6 perusahaan semen tertarik berinvestasi di Rembang, yakni PT Gunung Pantara Berlian, PT Surya Putra Perdana, PT Bosowa, PT Baturaja, PT Khatulistiwa Perkasa dan PT Sumber Binangun. Sedikitnya masing-masing akan menanamkan modal sebesar Rp 3 triliun.

Menurut Wuryanto, apabila perusahaan semen tersebut jadi menginestasikan dana, 5% diantaranya digunakan untuk mengurus proses perijinan. Sehingga ada gambaran PAD Kabupaten Rembang meningkat signifikan.
Oleh karena itu tambah Wuryanto, tentu diharapkan pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang terealisasi. Secepatnya sudah dimulai tahun 2011 mendatang. (hasan/kir) 

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.