Skip to main content

Gara-gara Anomali Cuaca, Anggaran Drooping Air Bersih Dipangkas

REMBANG-Anomali cuaca 'kemarau basah' sepanjang tahun ini disikapi oleh Pemkab Rembang dan mendapat persetujuan dari dewan bila anggaran drooping/pengiriman bantuan air bersih dikurangi. Bahkan jumlahnya lebih dari 50% dibanding anggaran serupa tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Bagian Kemasyarakatan Setda Rembang Drs Maskub saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (11/10/2010)  menyebutkan, tahun-tahun sebelumnya Pemkab Rembang mengalokasikan anggaran drooping sebesar 325 juta rupiah dalam APBD induk, bahkan masih ditambah sekitar 100 juta dalam APBD Perubahan. Namun kali hanya mengalokasikan dana sebesar 125 juta rupiah saja selama setahun. 

Menurut Maskub, antara Juni hingga Oktober yang biasanya terjadi kemarau di Kabupaten Rembang ternyata pada tahun ini intensitas curah hujan cukup tinggi. Membuat sumur warga masih terisi, sehingga permintaan bantuan air bersih berkurang signifikan. 

Maskub menambahkan, meski dipangkas lebih dari 50%, anggaran tersebut masih mencukupi, karena Bakorwil I Pati juga siap menyalurkan bantuan air bersih apabila dibutuhkan sewaktu-waktu. Sampai dengan akhir bulan September baru 3 desa mengajukan pemintaan bantuan air, yakni Pranti dan Pedak di Kecamatan Sulang serta Segoromulyo di Kecamatan Pamotan.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Rembang Joko Suprihadi mengatakan, pemangkasan anggaran drooping dimaksudkan menyesuaikan antara kebutuhan dengan realita. Di saat intensitas hujan masih tinggi tentunya permintaan bantuan air bersih jauh berkurang.

Menurut Joko, jika tetap dipaksakan dana droping air sebesar 325 juta rupiah justru tidak terserap maksimal dan sisanya kembali ke kas daerah. Oleh karena itu lebih baik dikurani dan anggaran 200 juta rupiah yang dipangkas dialihkan ke pos dana kemanusiaan. 

Ditambahkan, pengalihan anggaran ke pos dana kemanusiaan tergolong masih sejenis, bisa direalisasikan untuk bantuan bagi korban bencana alam, banjir, kebakaran dan lainnya. 

Anomali cuaca kemarau basah sepanjang masa baru terjadi sekali pada tahun ini. Intensitas hujan masih cukup tinggi membuat sumber mata air tidak kering. Padahal tahun-tahun sebelumnya Pemkab Rembang selau direpotkan pengajuan droping air bersih, khususnya pada periode bulan Agustus hingg Oktober, karena kekeringan melanda hampir di 14 Kecamatan se-Kabupaten Rembang. (hasan/kir)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).