Skip to main content

Hutan Lindung di Kaki Gunung Menumbing Bangka Barat Rusak Parah

BANGKA BARAT-Hutan lindung di kaki gunung Menumbing Bangka Barat rusak parah akibat ulah para penambang illegal. Itulah hasil pantauan wartawan senior Sumantra di lapangan baru-baru ini ke lokasi tersebut. Parahnya lokasi penambangan tersebut tidak tersentuh oleh aparat kepolisian walaupun di kota Muntok tersebut ada markas Resort Kepolisian yang jaraknya tak begitu jauh dari lokasi ± 6 kilometer saja.

Menurut informasi masyarakat sekitar, pemilik tambang adalah aparat tapi yang mengerjakan para pendatang dari Lampung. Kalau hutan lindung pun dijadikan areal penambangan apa jadinya hutan ke depan. Padahal baru-baru ini Kapolda Babel menyatakan sangat serius untuk memproses para penambang di hutan lindung. Statement  atau pernyatan dari Kapolda Brigjend M. Rum Murkal yang dilansir oleh media lokal tersebut sebenarnya sempat membuat lega sejumlah warga yangpeduli lingkungan. Tapi, sayangnya, pelaksanaannya belum terlihat sama sekali. Padahal akibat ulah yang tidak bertanggung jawab tersebut negara sangat dirugikan karena kerusakan hutan bertambah parah sedangkan biaya untuk penghijauan kembali hutan tersebut sangat besar.

Di Bangka Barat sudah banyak hutan lindung yang dirusak oleh para penambang. Selain di kaki gunung Menumbing Muntok juga terjadi kerusakan hutan mangrov/bakau di Kec. Jebus Parit Tiga.  Tapi penanganan aparat sangat terkesan lamban. Belum lagi hutan yang dijual oleh kepala desa dan dusun untuk perkebunan kelapa sawit seperti yang terjadi di desa Penyampak belum lama ini, yang berakhir sebanyak lima warga desa ditahan oleh polisi karena pengrusakan PC milik PT. THEO yang membeli hutan tersebut. Kurangnya penyuluhan tentang hutan menjadi rentan bagi masyarakat untuk merusak hutan di tambah pula terhimpit akibat ekonomi. (sumantra)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).