Skip to main content

Kapolres Rembang Aktif Rangkul Semua Elemen Masyarakat




Keterangan Foto: 

K
apolres Rembang AKBP Kukuh Kalis Susilo aktif bersilaturahmi dengan semua elemen masyarakat.


REMBANG-
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Rembang AKBP Kukuh Kalis Susilo semenjak alih tugas ke Rembang sekitar sebulan terakhir, terus aktif menjalin kemitraan dengan masyarakat. Seperti halnya pada hari Minggu siang, Kapolres mengadakan silaturahmi dengan Kepala Desa se-kabupaten Rembang yang tergabung dalam organisasi Paguyuban Guru Pandowo.

AKBP Kukuh Kalis Susilo sengaja menghadiri pertemuan rutin tiga bulanan agenda Paguyuban Guru Pandowo yang digelar di Balai Desa banyu urip kecamatan Gunem, bermaksud ssilaturahim sekaligus memperkenalkan diri sebagai pemegang tampuk jabatan Kapolres Rembang yang baru. Tidak ingin pertemuan terkesan kaku, begitu Kapolres Rembang diberi waktu mengisi acara, pihaknya langsung mengajak melakukan dialog dengan para kades karena ingin mengetahui aspirasi dari masyarakat secara langsung.

Menjawab rangkuman pertanyaan yang disampaikan beberapa perwaklan kades, Kapolres menyebutkan keinginannya agar kemitraan polisi dengan masyarakat harmonis. Implementasinya, Babinkamtibmas atau anggota kepolisian yang bertugas di desa harus terus menjalin komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat. Bersedia diajak serta mengikuti dan mengawal kegiatan masyarakat di desa yang berada dalam binannya.

Disebutkan AKBP Kukuh Kalis Susilo, seluruh jajaran Kapolsek juga telah diperintahkan agar lebih pro aktif mengamankan wilayah hukum kerja masing-masing. Mulai pekan  depan kegiatan patroli desa akan lebih diefektifkan, sebagai upaya pemantauan kondusifitas serta pencegahan tindak kriminal. Sehingga memberikan rasa aman dan nyaman terhadap warga.

Menurut Kapolres Rembang, upaya-upaya preventif untuk mencegah adanya kasus-kasus kekerasan massa seperti yang terjadi di Dresi kulon beberapa waktu lalu, harus dilakukan bersama antara aparat kepolisian dengan warga. Kejadian tersebut diharapkan tidak lagi terjadi, oleh karena itu pihaknya merangkul semua eleman masyarakat yang ada di wilayah hukum kerjanya, agar menjaga tali persaudaraan, menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan.

Ditegaskan, kepada Kepala desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta warga diharapkan terus menjalin komunikasi aktif dengan Babinkamtibmas. Apabila muncul permasalahan cepat dicarikan solusi untuk menghindari munculnya tindak kekerasan sebagai cara penyelesaian. Sedangkan untuk para pemuda, pihaknya berencana melakukan pembinaan kepada karang taruna di setiap desa, untuk mengadakan kegiatan yang positif dan bermanfaat, sesuai dengan potensi yang dimiliki, supaya berpola pikir dan berperilaku positif.

Ajang tatap muka dimanfaatkan oleh kepala desa berdialog dengan Kapolres menanyakan seputar tugas pokok dan fungsi polisi. Mulai hukum, kemanan wilayah dan kebijakan-kebijakan kepolisian yang baru. Di akhir kegiatan Kapolres membagikan nomor telepon selularnya kepada seluruh kades yang hadir seraya memesan agar selanjutnya setiap ketua RT dan RW harus memiliki nomor telepon seluler Kapolsek setempat. Tujuannya untuk jalinan komunikasi dan koordinasi apabila di wilayahnya sedang terjadi masalah terkait kriminalitas atau kerusuhan massa.

Terpisah Ketua paguyuban Guru Pendowo yang juga Kepala Desa Dresi wetan Susilo Hadi menyebutkan, sejak dahulu sampai sekarang baru kali ini Rembang dipimpin Kaplores yang peduli wong cilik. Pejabat sebelumnya terkesan menjaga jarak dengan warga, hanya mengandalkan Kapolsek setempat berhubungan dengan anggota masyarakat.

Karena kali ini Kapolres Rembang ternyata peduli dengan masyarakat cetus Susilo Hadi, dihimbau kepada rekannya sesama kepala desa untuk meringankan tugass kepolisian. Caranya yakni menjaga kerukunan antar warga dan mencari solusi terbaik tanpa kekerasan dalam menyelesaikan masalah yang muncul antar desa.(hasan/kir)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.