Skip to main content

Kemendag: Pertanyaan Lagu SBY Kemungkinan Bisa Dianulir

JAKARTA- Munculnya pertanyaan tentang lagu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di tes CPNS Kementerian Perdagangan (Kemendag) disayangkan banyak kalangan. Panitia seleksi pun tidak menutup kemungkinan untuk tidak menghitung soal tersebut alias dianulir.

"Bisa saja usulan dari media dan masyarakat itu kita perhitungkan termasuk untuk tidak menghitung soal itu. Tapi nanti akan kita serahkan ke pimpinan, dalam hal ini Pak Sekjen," ujar Kepala Pusat Humas Kemendag, Robert Bintaryo, Rabu (13/10/2010) malam.

Menurut Robert, tidak mungkin tes diulang hanya karena pertanyaan lagu SBY di album ketiganya yang saat ini menuai kontra di masyarakat. "Itu kan hanya satu soal, padahal total ada 240 soal. Kalau diulang tidak mungkin lagi," terangnya.

Terkait adanya desakan agar pembuat soal tes tersebut diperkarakan, Robert menyerahkan sepenuhnya kebijakan tersebut kepada pimpinan panitia seleksi, yakni Sekjen Kemendag. Namun menurutnya tidak ada maksud lain dalam pertanyaan tersebut.

"Itu semata-semata hanya untuk tes pengetahuan umum, tidak ada maksud apa-apa. Adanya pertentangan itu hanya masalah perbedaan sudut pandang saja," imbuhnya.

Salah seorang peserta ujian CPNS Kemendag mengungkapkan, dalam salah satu soal tes
terdapat pertanyaan: 'Mana lagu di bawah ini yang merupakan salah satu lagu dalam album ketiga Presiden SBY'

Tes CPNS Kemendag digelar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Tes dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.

"Itu pertanyaan di lembar soal berkode 11-01, di grup B. Pertanyaan itu ada pada soal bernomor antara 30-40," ungkap seorang peserta wanita yang enggan disebutkan namanya.(sumber:detik.com)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.