Skip to main content

Kinerja Dinas Sosial Kab Bekasi Dinilai Amburadul

--Dana Kematian Diendapkan

BEKASI-Dana kematian yang diprogramkan Pemerintah Kab Bekasi  bagi orang miskin dengan anggaran APBD sebesar Rp 18 milyart dinilai tidak membawa kemaslahatan. Alasannya setiap  ahli waris yang mau mencairkan seolah terganjal dengan sulitnya aturan yang dibuat pihak Pemkab Bekasi. Ini dibuktikan  setidaknya sekitar 1.500 ahli waris yang ingin mencairkan dana santunan kematian di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bekasi menjadi kecewa bahkan ada salah seorang tokoh masyarakat menuding pihak yang dipercaya mengepul dana kematian sengaja diendapkan untuk mencari keuntungan. Hal ini membuat Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bekasi berang.


Berangnya Partai berlambang sinar matahari itu dilontarkan di hadapan wartawan . PAN menuding,  Dinsos Kab Bekasi sengaja memperlambat proses pencairan dana itu untuk diputar (dimanfaatkan- red). “Bisa saja, dana santunan itu sengaja diendapkan dan tidak secepatnya dicairkan untuk ahli waris. Sehingga, dana yang jumlahnya besar itu dapat dialihkan atau mengambil keuntungan lainnya,” ujar Sekretaris Fraksi PAN Muhtadi, kepada Wartawan di Bekasi, Kamis (7/10/2010).


Selain itu pihaknya juga mendapat informasi dari seorang staf di Dinsos, sulitnya ahli waris mendapatkan hak mereka sengaja diulur-ulur waktunya, karena Dinsos khawatir anggaran yang ada habis sebelum Desember 2010.


 “Itu kan sudah bagian dari program, kenapa jika ahli waris mencairkan mesti diperlambat. Toh namanya orang meninggal tidak bisa diminta dan ditolak, kalau habis sampai Desember itu namanya takdir,” ucapnya dengan lantang.


Padahal katanya, untuk dana santunan itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi  menggelontorkan anggaran sebesar Rp18 miliar itu uang yang cukup besar. “Ini kan tidak masuk akal,agar anggaran bertahan sampai Desember mereka mempersulit hak ahli waris. Sedangkan sisa dana itu masih ada Rp 9 miliar dan sekarang sudah menginjak bulan Oktober,” beber Muhtadi.

Dengan kejadian tersebut Fraksi PAN menyikapi kinerja Dinas Sosial Kab Bekasi  dengan melayangkan surat teguran ke Kepala Inspektorat Kabupaten Bekasi dengan No 014/B/F-PAN/X/2010 yang isinya agar segera mengklarifikasi permasalahan sulitnya ahli waris mencairkan dana santunan kematian. Yoto/wartamerdeka.com

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).