Skip to main content

Kondisi Toilet di Kantor Walikota Jaksel Kotor dan Jorok

JAKARTA-Prestasi Jakarta Selatan meraih piala Adipura tujuh kali berturut-turut, ternyata tidak sebanding dengan kondisi toilet pria dan wanita di kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan di Jl Prapanca No 9, Kebayoranbaru, yang terlihat kotor dan jorok. Akibatnya bau tidak sedap selalu tercium bagi mereka yang ingin membuang hajat di toilet tersebut. Bahkan tak jarang mereka mengurungkan niatnya karena tak tahan dengan bau yang menyengat hidung.

Tidak hanya itu, beberapa pintu toilet juga terlihat terlepas dari engselnya sehingga toilet tidak bisa lagi digunakan untuk buang air seperti yang terlihat di lantai 1. Namun, ada juga yang pintunya masih ada, tetapi kuncinya telah hilang sehingga pintu toilet tidak bisa ditutup. Ironisnya, kondisi ini hampir merata di semua lantai gedung tersebut. Bahkan, tidak hanya itu, beberapa kran air di tempat wudhu dan wastafel banyak yang tidak keluar airnya.

Kondisi ini juga hampir serupa di kantor walikota Jakarta Selatan yang lama di Jl Trunojoyo No 1. Toilet terlihat banyak yang rusak dan kran air banyak yang tidak berfungsi menjadi pemandangan sehari-hari di tempat tersebut.

Daulat (25), salah seorang pengunjung menyesalkan kondisi toilet di lantai dasar gedung walikota yang kurang terawat dan berbau. "Seperti tidak terawat. Seharusnya perlu perawatan lebih,” sesal Daulat, Selasa (28/9).

Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Jakarta Selatan, Ciptoyo, mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan merenovasi beberapa toilet. Padahal, pada tahun sebelumnya toilet-toilet itu baru saja diperbaiki, kini kondisinya sudah memprihatinkan. "Tahun ini akan kita renovasi. Kita lihat dulu toilet di lantai mana saja yang perlu direnovasi," jelas Ciptoyo.

Sementara untuk bau tak sedap yang tercium di lorong antara gedung baru dan gedung lama di kantor walikota yang berada di Jl Prapanca No 9, pihaknya juga akan memperbaikinya. Dirinya mengaku di lokasi tersebut terdapat pengolahan limbah. "Nanti kita akan perbaiki sedemikian rupa agar bau tak sedap yang tercium dari pengolahan limbah tidak lagi menyebar keluar," tandasnya.(badar)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).