Skip to main content

PB HMI Minta Presiden SBY Nyatakan Banjir di Wasior Sebagai Bencana Nasional

JAKARTA - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) meminta Presiden SBY untuk segera menyatakan banjir di Wasior, Papua Barat sebagai bencana nasional. Hal ini didasarkan pada banyaknya jumlah korban baik tewas maupun luka-luka akibat banjir ini.

Dalam rilis PB HMI, Jumat (8/10/2010), diketahui bahwa bencana ini telah menewaskan sekitar lebih dari 90 orang, sedangkan sebanyak 837 lainnya mengalami luka-luka, serta sebanyak 66 orang dinyatakan hilang. Jumlah ini pun diprediksi akan terus bertambah.

"Melihat skala bencana dan korban, bencana tersebut bukanlah bencana biasa saja. Banjir di kota Washior adalah bukan sekedar bencana lokal, melainkan bencana nasional," terang Ketua Umum PB HMI, M Chozin Amirullah.

Chozin menyayangkan sikap pemerintah yang terlihat kurang serius dan kurang tanggap dalam merespons bencana seperti ini. Chozin mengkritik pemerintah yang dinilai terlalu sibuk dengan politik elitnya, serta urusan bagi proyek-proyek dari dana hutang luar negeri.

"Sehingga ketika ada rakyatnya yang terkena musibah nanjauh di sana mereka 'cuek bebek' saja. Apalagi Presiden SBY, terlalu disibukkan dengan pencitraan dirinya sehingga lupa dengan hal-hal yang substansial seperti membantu bencana yang menimpa rakyatnya," tuturnya.

Oleh karena itu, PB HMI juga menyerukan kepada semua elemen masyarakat untuk berbela sungkawa dengan menyisihkan sebagian rezekinya guna membantu para korban banjir. "Masyarakat Papua bagian dari bangsa Indonesia, maka menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membantu meringankan beban mereka," ucap Chozin.

PB HMI juga berencana untuk mengirimkan bantuan kepada korban banjir. Penyaluran bantuan akan disampaikan oleh perwakilan HMI di Papua, yaitu HMI Badan Koordinasi Cenderawasih yang bekerja sama dengan HMI Cabang Jayapura, HMI Cabang Manokwari dan HMI Cabang Sorong.

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).