Skip to main content

Pedagang Pasar Ngawen Blora Minta MD Mall Ditutup Selamanya

BLORA- Setelah beberapa kali didemo warga dan paguyuban pedagang pasar Ngawen, MD Mall yang terletak di barat pasar Ngawen akhirnya resmi ditutup dan disegel  sementara oleh Pol  PP yang dibantu oleh jajaran Polsek Ngawen pada Senin (11/10) lalu.

Hal ini karena perlengkapan administrasi serta surat-surat lainya termasuk Izin mendirikan Bangunan (IMB) dan Gangguan Keamanan (HO) tidak memenuhi prosedur yang berlaku dan adanya penolakan oleh paguyuban pedagang pasar Ngawen.

Meski demikian sebagian warga yang tergabung dalam wadah Paguyuban dan Pedagang Asongan Pasar Ngawen (PPAP), Pedagang Kaki Lima (PKL), dan Gerakan bersama Rakyat Ngawen (GEBRAK) masih kurang puas dan lega. Pasalnya kalaupun MD Mall yang beralih nama menjadi ”Toko Lancar” itu sudah melengkapi persyaratan termasuk surat-surat dan administrasi lainya mereka minta bisa ditutup selamanya.
  
Bimo Rubiantoro salah satu Koordinator dan Pengurus Gebrak waktu dikonfirmasi wartawan wartamerdeka.com di kediamannya, Rabu (13/10),   memaparkan bahwa meski persyaratan surat-surat administrasi termasuk IMB dan HO sudah valid pihaknya akan tetap menolak eksisitensi keberadaan MD Mall tersebut. Pasalnya keberadanny asangat merugikan seluruh wadah pedagang pasar Ngawen yang mayoritas pedagang dengan kapasitas ekonomi menengah ke bawah.

”Kalau sampai MD Mall tersebut masih tetap buka dan beroperasi, ini sama halnya dengan membunuh ekonomi kerakyatan yang sudah terbangun puluhan tahun di wilayah pasar Ngawen dan lainya,” ujarnya.

Hal lain yang diungkapan Bimo adalah jaraknya yang relatif dekat dengan pasar ngawen dan  tidak sesuainya dengan luas pengajuannya di BPPT kabupaten Blora.

Dia juga berharap bahwa pihak yang mengelola harus bisa menerima dengan lapang dan merespon warga pedagang pasar Ngawen demi kemaslahatan umat dan sosial. ”Karena kami juga berharap bangunan tersebut untuk tidak difungsikan lagi layaknya yang terjadi sebelum-sebelumnya yang dulu katanya hanya untuk Gudang kok ternyata berdiri MD Mall,” lanjut Bimo yang juga Ketua PAC PKB Kecamatan Ngawen ini. (Mudi)    

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).