Skip to main content

Pemilik Warung Kopi Harus Tegas Tolak Siswa Membolos

REMBANG-Tanggung jawab menanggulangi kenakalan pelajar, bukan hanya pada pihak sekolah saja. Lingkungan juga harus pro aktif mengambil peran, sehingga diharapkan ke-depan tak ada lagi kasus mencolok tindak negatif yang dilakukan generasi muda bangsa calon pemimpin bangsa itu

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Suharso di ruang kerjanya pagi tadi menyebutkan, saat ini ada kecenderungan kenakalan pelajar mengarah pada tindak pidana ringan (tipiring), seperti adanya beberapa pelajar yang diamankan Polsek Lasem beberapa hari lalu. Mereka ditangkap karena membolos dan mengadakan pesta miras di salah satu lokasi wisata yang tempatnya cukup terpencil.

Oleh karena itu tutur Suharso, dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk membahas langkah-langkah tepat guna menanggulangi kenakalan pelajar. Hasilnya  digunakan sebagai visi dan misi bersama dalam aksi dilapangan, sesuai kapasitas masing-masing.

Menurut Suharso, satu hal yang mendesak segera dilakukan yakni Dinas Pariwisata, Seni budaya, Pemuda dan Olahraga mebuat surat edaran ditujukan pengelola tempat hiburan dan warung kopi agar menolak pengunjung berseragam sekolah di saat jam belajar-mengajar berlangsung. Karena kuat dugaan mereka adalah pelajar yang membolos.

Suharso menambahkan, apabila secara tegas pemilik tempat hiburan dan warung kopi yang khususnya berada di tempat terpencil menolak kehadiran pelajar yang membolos, tentu akan menyulitkan mereka mencari tempat bersembunyi. Selanjutnya menjadi tugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengamankan pelajar yang berkeliaran di saat jam sekolah berlangsung.  

Terpisah Kepala Satpol PP Rembang Slamet Riyadi menyebutkan, pihaknya siap melakukan razia kapanpun. Bahkan sudah dilaksanakan pada bulan lalu saat dirinya mulai memegang tampuk pimpinan institusi penegak perda, dengan meluncurkan bentuk operasi baru.

Lebih lanjut Slamet Riyadi menyampaikan, kegiatan tersebut berupa operasi yustisi KTP  pada remaja yang beradadi tempat-tempat hiburan baik pagi-siang dan malam hari. Apabila kedapatan tidak memiliki KTP dan dipastikan mereka adalah pelajar, selanjutnya diberi peringatan serta diperintahkan meninggalkan lokasi.

Ditambahkan, apabila dikemudian hari mereka kembali dijumpai saat dilakukan razia, sebagai shock terapy mereka terpaksa diamankan di kantornya, baru diperbolehkan pulang bila dijemput orang tuanya. Namun sebelumnya harus membuat surat perjanjian yang menyatakan tidak akan mengulang kembali perbuatannya. (hasan/kir)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).