Skip to main content

Penunjukan Timur Pradopo Sebagai Calon Kapolri Dinilai Sudah Tepat



-DPR Diharapkan Loloskan Timur  
JAKARTA – Penunjukan Komisaris Jenderal (Komjen) Timur Pradopo sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Bambang Hedarso Danuri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai sudah tepat. Berbagai kontroversi yang dilontarkan sejumlah pihak, termasuk segelintir anggota DPR, dinilai sebagai upaya untuk menyeret Polri ke ranah politik.

“Menurut saya, pilihan SBY sudah tepat. Timur adalah sosok polisi yang bersahaja, santun tapi juga tegas dalam upaya memberantas kejahatan. Prosedurnya pun sudah sesuai dengan aturan yang ada.  Jadi sudah semestinya DPR meloloskan Timur dalam Fit and Proper Test calon kapolri yang digelar di DPR-RI Rabu ini,”ujar pengamat Polri Aris Kuncoro, Rabu (6/10/2010).

Aris Kuncoro yakin Timur Pradopo  akan mampu membenahi institusi Polri yang saat ini sempat terpuruk. “Dengan gayanya yang bersahaja, saya yakin dia akan mampu memperbaiki citra Polri,”ujarnya lagi.

Sejumlah kontroversi yang dilontarkan segelintir anggota DPR berkaitan dengan pencalonan Timur Pradopo menurut Aris Kuncoro lebih karena muatan politis. “Justru menurut saya sejumlah politisi di Senayanlah  yang mencoba mempolitisasi soal pencalonan Kapolri ini. Polri janganlah ditarik-tarik ke ranah politik,”tandas Aris Kuncoro lagi.

Namun, Aris Kuncoro juga berharap agar Timur Pradopo mampu melakukan pembenahan institusi Polri di semua jajaran.

Hal senada diungkapkan juga oleh pengamat masalah Polri Ulis J. Putnarubun. Menurut Ulis, Timur Pradopo memiliki kemampuan dalam  membina anggota dan menjadi sosok yang bisa diharapkan untuk menjadikan Polri lebih profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat.

“Tapi, di sisi lain, diharapkan, Timur Pradopo mampu dengan segera mengatasi tingkat kejahatan yang meningkat, dengan penanganana yang lebih transparan. Selain itu, diharapkan Timur Pradopo bisa meredam bahkan kalau perlu membubarkan semua kelompok-kelompok yang brutal dan menjalankan aksinya,”ujar Ulis Putnarubun.

Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman juga menegaskan tak ada kecacatan prosedur dalam pencalonan Komjen Pol. Timur Pradopo sebagai Kapolri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, Timur sudah menjadi calon yang terbaik dari Presiden.

"Pilihan presiden itu menurut saya pilihan yang sangat tepat. Karena ada keyakinan bahwa Timur mampu menyuarakan janji-janji Presiden SBY pada saat kampanye," ungkapnya di Hotel Millenium, Selasa (5/10/2010).

Benny mengatakan nama Timur tidak muncul tiba-tiba. Hanya saja, masyarakat cenderung fokus pada dua nama saja, yaitu Komjen Pol. Nanan Sukarna dan Imam Sudjarwo.

Ke depannya, Benny berharap Timur dapat menerjemahkan kehendak publik dan keinginan masyarakat agar penegakan hukum lebih berkualitas dan reformasi dalam tubuh kepolisian bisa dilakukan lebih cepat. "Termasuk kasus jenderal-jenderal yang terlibat dalam rekening gendut. Itu bagian dari komitmen polisi," tandasnya. 

Sementara itu, Staf Ahli Presiden Bidang Hukum, HAM, dan Pemberantasan Korupsi Denny Indrayana mengatakan, tidak ada yang janggal dalam pengajuan nama Komjen Timur Pradopo sebagai calon Kapolri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk soal waktu yang dinilai banyak pihak tiba-tiba.

Menurutnya, sosok Timur sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan UU.

"Timur itu angkatan 78, seangkatan dengan Pak Nanan. Jenjang karier dan kepangkatan sudah memenuhi persyaratan. Mekanisme prosedur itu yang kita pegang. Jangan ditambah dan dikurangi. Mengatakan ini tidak sesuai dengan mekanisme, justru melanggar UU," ungkapnya di Hotel Millenium, Selasa (5/10/2010).

Denny mengatakan, SBY selalu berpegang pada aturan yang diatur UU Kepolisian dan dalam pencalonan Timur, Denny menegaskan bahwa tak ada aturan yang dilanggar. Calon-calon yang diajukan Kapolri dan Kompolnas hanyalah masukan yang bersifat tidak mengikat. "Jadi sudah sesuai aturan main, calon Kapolri punya jenjang karier dan kepangkatan," tambahnya.

Namun sikap yang agak kontradiktif dikemukakan oleh Indonesia Police Watch (IPW). IPW berpendapat calon tunggal Kapolri, Komjen Pol Timur Pradopo, memiliki sejumlah catatan hitam. IPW meminta agar DPR mengembalikan nama Timur ke SBY.

"IPW desak Komisi III DPR segera mengembalikan nama Timur ke Presiden, karena ada cacat mekanisme dan pelecehan terhadap penjaringan calon," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Di Jakarta, Selasa (5/10/2010).

Neta mengatakan Timur tidak memiliki record yang luar biasa. IPW mencatat Timur mempunyai catatan hitam yang bisa menjadi kendala di fit and proper test.
"Seperti ketika dia menjadi Kapolres Jakarta Barat di kasus Semanggi, itu kanpelanggaran HAM berat yang belum juga selesai," papar Neta.

Berkaitan dengan hal itu, 
Mabes Polri telah menegaskan Komjen Timur Pradopo bersih dari tuduhan pelanggaran HAM Trisakti-Semanggi.

Seperti diketahui, Mabes Polri pada Senin 4 Oktober 2010, mendadak melantik Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Timur Pradopo sebagai Kepala Badan Pemeliharan Keamanan (Kabaharkam), Timur pun menjadi jenderal bintang tiga.  Promosi ini membuatnya memiliki peluang menjadi Kapolri. Terbukti nama Timur beberapa jam kemudian diumumkan DPR sebagai calon tunggal Kapolri.

Timur Pradopo  lahir di Jombang, Jatim, 10 Januari 1956. Dia merupakan lulusan Akpol 1978. Dia pernah menjadi Kapolres Jakarta Barat pada 1997-1999 saat peristiwa Trisakti dan Semanggi meletus, Kapolres  Jakarta Pusat (1999-2000), dan Kapolwiltabes Bandung  (2001) serta menjadi Kapolda Banten, Kapolda Jabar dan terakhir Kapolda Metro Jaya.(red/wartamerdeka.com)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).