Skip to main content

PK Bibit-Chandra Ditolak, Ahli Hukum Nilai MA Hanya Pentingkan Unsur Kepastian Hukum

JAKARTA - Keputusan MA menolak PK Bibit-Chandra dinilai ahli hukum sebagai sikap yang mementingkan unsur kepastian hukum semata. Padahal hukum harus mementingkan unsur yang lebih penting yaitu keadilan.

"MA hanya pentingkan unsur kepastian hukum. Seharusnya yang harus diutamakan adalah unsur keadilan," kata ahli hukum Universitas Hasanuddin, Makassar, Laode Syarief, Jumat (8/9/2010).

Padahal, menurutnya, hukum berazaskan keadilan, maanfaat dan kepastian. Untuk mendapatkan keadilan, dirinya telah mengirimkan surat ke MA kemarin setebal 27 halaman dalam bentuk nota amicus curiae.

"Langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah deponering oleh kejaksaan," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, MA memberikan amar NO atau PK tak dapat diterima karena tak memenuhii syarat formil, sesuai dengan UU No 5/ 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman yaitu MA berhak memutus PK dalam tingkat kasasi kecuali yang dibatasi oleh UU yaitu putusan pra peradilan.

Putusan tersebut diputus kemarin dengan ketua Imron Anwari dengan hakim anggota Komariah Sapar Jaya dan Mugiharjo dengan nomor perkara 152 PK/ Pid./ 2010.

Sementara itu  Kejaksaan Agung (Kejagung) belum bisa mengambil sikap terkait peninjauan kembali (PK) kasus Bibit-Chandra yang ditolak Mahkamah Agung (MA). Kejagung masih menunggu salinan putusan MA  sebelum mengambil langkah hukum yang terbaik.

"Kita pelajari dulu. Kita sampai sekarang belum terima putusan. Setelah terima putusan kita akan pelajari, evaluasi, bahas dalam rapat pimpinan kemudian kita akan ambil langkah hukum yang terbaik untuk bangsa ini," kata Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung Darmono di Kejagung, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta, Jumat (8/10/2010).

Keputusan yang diambil nantinya tentu yang terbaik untuk kepentingan semua. "Evaluasi secara mendalam langkah-langkah hukum apa yang akan kita ambil yang terbaik untuk kepentingan bangsa, negara, dan penegakan hukum," terangnya.

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).