Skip to main content

Presiden SBY pada HUT Ke-65 TNI: Terorisme adalah Musuh Negara dan Musuh Kita Bersama


Presiden SBY bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan HUT Ke-65 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (5/10) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan HUT Ke-65 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (5/10) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggarisbawahi pentingnya melakukan langkah-langkah strategis dan operasional untuk menghentikan aksi-aksi terorisme di tanah air. "Saya tegaskan sekali lagi bahwa negara tidak boleh kalah dan harus menang melawan terorisme. Terorisme adalah musuh negara, musuh kita bersama," tegas SBY dalam amanatnya pada peringatan HUT ke-65 TNI di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Selasa (5/10) pagi. 

Presiden meminta agar Polri dan TNI dapat makin bersinergi dalam menanggulangi aksi-aksi terorisme di Indonesia dan pada saat yang diperlukan, TNI dengan tugas dan kewenangan yang diberikan oleh Undang Undang, harus mendukung Polri untuk menanggulangi aksi-aksi terorisme ini.

"Saya instruksikan kepada segenap aparatur pemerintahan di daerah, dengan melibatkan para tokoh masyarakat, bersama Polri dan Komando Teritorial TNI, untuk berperan aktif dalam menjaga kondisi keamanan di daerah saudara. Disamping itu, kesiagaan dan tindakan cepat jajaran Polri dan TNI di seluruh penjuru tanah air juga sangat diperlukan," terang Presiden SBY.

SBY kembali menekankan 3 agenda utama dalam pembangunan nasional dewasa ini, yaitu pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, pematangan kehidupan demokrasi yang bermartabat, dan penguatan tegaknya hukum dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. "Agenda dan gerak pembangunan bangsa ini tetap bertumpu pada 4 pilar utama kehidupan bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," kata SBY.

Pembangunan nasional akan berhasil, jika kita mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam negeri, termasuk kohesi dan kerukunan sosial. "Era demokrasi dan reformasi, sebagaimana pula yang terjadi di negara-negara demokrasi lain di dunia ini, stabilitas politik dan keamanan dalam negeri, termasuk keamanan dan ketertiban publik, mutlak diperlukan," ujar Presiden SBY.

"Akhir-akhir ini kita kembali menghadapi sejumlah gangguan keamanan, yaitu aksi-aksi kelompok teroris dan benturan fisik antar masyarakat di berbagai daerah. Benturan fisik antar komponen masyarakat sesungguhnya dapat dicegah, perselisihan antar kelompok masyarakat mestilah dicarikan solusinya secara damai," lanjut SBY.

Presiden meminta kepada jajaran pemerintah daerah dan Kepolisian untuk bersikap dan bertindak proaktif, dengan menggunakan pendekatan dan cara yang efektif untuk mencegah dan mengatasi gangguan-gangguan sosial dan keamanan itu.

SBY juga ingin memastikan bahwa hukum di negeri ini tetap berdiri tegak, untuk mengayomi dan melindungi masyarakat. "Tidak boleh ada sekelompok orang atau sekelompok massa yang dengan mudahnya membuat kerusuhan, keonaran, dan memaksakan kehendaknya dengan kekerasan pada pihak lain, bahkan penyerangan terhadap aparat negara," jelas SBY. 

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).