Skip to main content

Presiden: Tak Ada Resep Ajaib Untuk Masalah Ajaib di Kejaksaan Agung

JAKARTA - Hendarman Supandji menghadapi berbagai masalah yang terhitung 'ajaib' selama memimpin Kejaksaan Agung. Reformasi internal menghadapi banyak tantangan sangat kompleks dan tidak mudah untuk memecahkannya.

Sayangnya agenda reformasi itu tak dapat Hendarman tuntaskan sebab harus mengakhiri masa jabatan di tengah jalan. Maka kelanjutan tiap agenda reformasi internal yang belum tuntas, menjadi tanggung jawab pejabat penggantinya.

Demikian kata Presiden SBY dalam sidang kabinet paripurna diperluas, Senin (4/10/2010). Sidang yang digelar di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, tersebut juga dihadiri oleh Hendarman selaku mantan Jaksa Agung dan Darmono, Plt Jaksa Agung.

"Saya tahu masalah yang Saudara hadapi sangat ajaib, tidak ada resep ajaib dan jalan pintas. Pak Hendarman tak perlu kecil hati, kalau agenda itu belum bisa dirampungkan tentu jadi tugas Jaksa Agung  berikutnya nanti," kata SBY.

Di awal sambutannya, Presiden menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap capaian Hendarman Supandji. Baik selama dua tahun memimpin Tim Penuntasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) hingga upaya penegakan hukum di lingkungan Kejaksaan Agung dan Kejaksaan. 

"Saya juga menghargai langkah-langkah reformasi internal di Kejaksaan maupun Kejaksaan Agung," ujar SBY. 

Menyinggung tahapan penggantian Jaksa Agung, sekali lagi Presiden SBY menegaskan bahwa jabatan tersebut bukan jabatan politis. Sama tidak politisnya dengan jabatan Kapolri dan Panglima TNI, maka otomatis penggantiannya pejabatnya tidak didasarkan pada pertimbangan politis.

"Ketiga pos ini bukan pos politik, tapi pos lembaga negara yang bebas dari pengaruh politik. Oleh karena itu harus bebas dari pengaruh yang duduk di pos-pos politik," tegas SBY.

Sedangkan mengenai keputusan MK atas judicial review UU Kejaksaan yang dimohonkan oleh
Yusril Ihza Mahendra dan selanjutnya mendorong pemberhentian Hendarman Supandji, menurutnya, merupakan tafsir baru terhadap aturan pemberhentian Jaksa Agung. Tafsir baru itu akan jadi patokan pemerintah untuk penggantian Jaksa Agung di masa-masa yang akan datang.

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).