Skip to main content

Proyek Pelebaran Jalan Usai, Harga Tanah Bisa Naik Drastis


REMBANG-Mulai tanggal 24 Sepetember 2010 Proyek pekerjaan Program  Peningkatan Infrastruktur Daerah untuk pelebaran  Jalan Clangapan –Pamotan sejauh 16 Km yang dianggarkan melalui dana APBN sebesar Rp 24 Miliyar telah dimulai, bersamaan dengan penebangan pohon yang ada di pinggir jalan itu. Rabu pagi tadi (30/09/2010)  sejumlah alat berat terlihat sedang mengerjakan pengerukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang Mujoko, didampingi Kepala Bidang Bina Marga Rahardjo, mengatakan, pelebaran jalan penghubung antar kecamatan, jalur Tireman kecamatan Rembang yang biasa disebut Clangapan hingga Pamotan direncanakan butuh tambahan lahan 6 meter, masing masing 3 meter di sebelah kanan dan kiri dari badan jalan semula. Rinciannya di setiap sisi, 1,5 meter untuk aspal jalan, 0,5 meter untuk bahu jalan, sedangkan 1 meter sisanya untuk saluran air.

Menurut Mujoko, pelebaran jalur Clangapan–Pamotan sangat mendesak diwujudkan untuk membuat lancar arus transportasi .

Sementara itu pemerintah daerah menyakini bahwa bahu jalan antara jalur Clangapan –Pamotan yang telah dipasang Patok,merupakan tanah milik negara. Sehingga tidak ada wacana ganti rugi atas proyek peningkatan dan pelebaran jalan dijalur tersebut.

Sementara itu sejumlah warga yang ada di jalur tersebut mengaku senang dengan adanya pelebaran jalan seperti halnya apa yang dikatakan Masruroh 25 th salah satu warga Pereng kecamatan Pancur yang bermata pencaharian sebagai penjual  lontong tuyuhan saat dikonfirmasi dirinya mengaku kelak apa bila pekerjaan proyek pelebaran jalan usai dirinya yakin sejumlah warga yang berdagang di pinggir jalan pendapatannya akan meningkat karena .kendaraan yang melintas semakin bertambah secara otomatis pengunjung warung lontong tuyuhan semakin mudah memarkir kendaraan.,dan tak lagi ada rasa was-was karena sempitnya jalan

Pekerjaan pelebaran jalan apabila telah usai dimungkinkan harga tanah di jalur tersebut bisa naik secara drastis ,sebelum ada pelebaran jalan harga tanah dilokasi pinggir jalan jalur clangapan -pamotan kalau sesuai Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) Rp.20.000/meter namun bisa jadi apabila pekerjaan pelebaran jalan usai harga tanah bisa naik, diperkirakan mencapai Rp.50.000/meter Hingga Rp.75.000/meter. (hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.