Skip to main content

Raskin Diselewengkan Pengelola, Warga Dianjurkan Masuk Ranah Hukum


REMBANG-Sebagian warga desa Jambangan kecamatan Sarang, Kab. Rembang Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima beras untuk rakyat miskin (raskin) yang haknya diselewengkan oleh pengelola, dianjurkan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Karena permasalahan yang muncul bukan bagian teknis pendistribusian yang menjadi kewenangan Satker Raskin Kabupaten.

Selama empat bulan terakhir, Juni hingga September, 168 RTS desa Jambangan kecamatan Sarang tidak menerima raskin yang menjadi haknya. Oleh pengelola yang ditunjuk menangani, raskin sebanyak 2.184 kilogram dilego kepada seorang pedagang beras dan uang hasil penjualan dinikmati untuk kepentingan pribadi.
Kepala Bagian Administrasi dan Perekonomian Setda Rembang Muntoha saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pagi tadi adanya kejadian penyelewengan raskin di desa Jambangan menyampaikan, sampai kini pihaknya belum menerima aduan dari RTS penerima raskin maupun laporan dari aparatur kecamatan Sarang. Oleh karena itu belum bisa memberikan keterangan secara detail.

Hanya saja sebut Muntoha, bila benar raskin diselewengkan oleh oknum pengelola, kejadian tersebut di luar kewenangan satker raskin kabupaten, masuk pada ranah hukum. RTS yang dirugikan dianjurkan melapor ke aparat kepolisian setempat atau ke Polres Rembang.

Muntoha menambahkan, karena kejadian bukan bagian teknis distribusi raskin oleh satker, maka tidak ada penggantian. Aparatur kecamatan Sarang selanjutnya diinstruksikan mengawal pembagian raskin bulan-bulan berikutnya, agar kejadian sama tidak terulang kembali.        

Sementara itu Karjin, warga desa Jambangan salah satu penerima raskin yang ditunjuk sebagai perwakilan RTS saat ditemui menjelaskan, karena kades setempat terlibat masalah hukum kemudian buron, maka dilakukan musyawarah desa guna menunjuk pengelola penyaluran raskin. Dari kegiatan tersebut akhirnya Hilal tokoh masyarakat dipercaya untuk menangani.

Menurut Karjin, distribusi raskin bulan Januari hingga Mei berjalan lancar, RTS menerima haknya secara penuh. Namun sejak Juni hingga September raskin tak kunjung juga dibagikan dan dari penyeldikan sejumlah warga diketahui raskin dijual oleh Hilal kepada salah seorang pedagang beras. Uang hasil penjualan raskin dinikmati untuk kepentingan Hilal pribadi.

Ditambahkan Karjin, pihak RTS sudah melaporkan penyelewengan raskin ke Polsek Sarang pada bulan September lalu. Namun sampai sekarang ternyata belum dilakukan tindakan apa-apa. Sedangkan saat Hilal dimintai tanggung jawab, dia justru hanya tertawa  seolah merasa tidak berbuat salah.

Terkait kasus penyelewengan raskin yang sudah dilaporkan ke Polsek Sarang dan belum diambil tindakan apa-apa, Kapolres Rembang AKBP Kukuh Kalis Susilo sewaktu dinofirmasi di ruang kerjanya pagi tadi menjelaskan, hari ini juga jajaran reskrim diperintahkan mengambil alih kasus. Baik pelapor dan khususnya terlapor segera dihadirkan ke Polres, guna dimintai keterangan.

Menurut Kapolres Rembang, setelah diperoleh kepastian apakah benar terjadi penyelewengan, pelaku akan ditahan dan kasus dituntaskan sesuai mekanisme hukum yang berlaku. (hasan/kir/wartamerdeka.com)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).