Skip to main content

Striker Jangkung dan Handal Dibutuhkan PSIR

REMBANG- Meski sanggup menahan imbang 1-1 tim tangguh PSIS Semarang dalam latih tanding di stadion Krida hari Sabtu lalu, tim pelatih PSIR menyatakan kurang puas dengan penampilan anak asuhnya. Pasalnya serangan monoton, hanya mengandalkan umpan datar, sehingga mudah dipatahkan barisan pertahana lawan.

Pelatih PSIR Suroso saat ditemui di sela-sela latihan skuad Laskar Dampo Awang di stadion Krida pagi ini menjelaskan, saat ini 3 striker yang dimiliki yakno Leo Felicia, Husen dan Ervina berpostur pendek sehingga kalah dalam penguasaan bola atas di kotak penalty lawan. Oleh karena itu PSIR membutuhkan striker berpostur jangkung untuk menambah tajam barisan lini depan.

Secara khusus sebut Suroso, PSIR membutuhkan striker pemain asing selain jangkung juga memiliki naluri handal sebagai goal getter. Dalam kondisi apapun, saat berada di kotak penalty lawan harus ngotot berusaha mencetak goal. Juga harus memiliki speed di atas rata-rata agar mampu menerapkan strategi serangan balik yang selama ini menjadi andalan PSIR.

Ditambahkan, pihaknya sudah menghubungi beberapa agen pemain asing untuk menyediakan striker seperti yang dibutuhkan Laskar Dampo Awang. Kebutuhan sangat mendesak karena bergabungnya striker baru nanti tentu harus diikuti melakukan adaptasi dan melatih strategi umpan-umpan passing atas pada sesi penyelesaian akhir serangan.

Terpisah, manajer PSIR Sumadi memutuskan menyerahkan kewenangan sepenuhnya pada tim pelatih dalam rekrutmen pemain. Hanya saja dipesan olehnya agar pelatih menyesuaikan dengan keuangan manajemen, merekrut pemain asing yang nilai kontraknya terjangkau.       

Lebih lanjut Sumadi menjelaskan, sebagai persiapan menjelang berlangsungnya kick off kompetisi divisi utama PSSI tahun 2010/2011 yang dijadwalkan berlangsung tanggal 30 Oktober mendatang, pengurus PSIR telah mendaftarkan 18 pemain ke Badan Liga Indonesia (BLI). Bahkan seluruh pemain yang direkrut sudah diikat dalam perjanjian kerja sama, masing-masing juga telah menerima uang muka 25% dari nilai kontrak. (hasan/kir)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.