Skip to main content

Syiar Keliling Daerah, Jemaah Tabligh Minta Jangan Dicurigai Sebagai kelompok Teroris


REMBANG-Kedatangan kelompok jemaah tabligh yang berpindah pindah dari satu masjid ke masjid lain cukup mengagetkan warga Kabupaten Rembang. Pasalnya mereka tidur, makan, sekaligus mengaji di dalam Masjid dan penampilan jemaah tabligh yang berjenggot serta berjubah, sehingga sempat muncul dugaan dan kecurigaan apakah rombongan tersebut terkait  dengan anggota jaringan teroris.

Keberadaan jamaah tabligh terus dipantau jajaran intel, seperti yang dituturkan Kapolres Rembang AKBP kukuh Kalis Susilo melalui Kasat Intelkam AKP Antonius Wiyono, sejauh ini belum ditemukan adanya penyimpangan. Pihaknya terus memantau setiap pergerakan mereka dari desa satu ke desa lain. “Warga desa memegang peran penting, selama tidak merasa terganggu dan bisa menerima, hal itu tidak menjadi masalah,” ujarnya.

Menurutnya, rombongan tersebut kali pertama datang di Kecamatan Kaliori, kemudian bergeser ke beberapa desa di Kecamatan Rembang Kota, Sulang. “Dari pantauan kita, terakhir terlihat jamaah tabligh sekarang ini berada di Kecamatan Sumber,” jelas AKP Anton. .

Saat ditemui di salah satu masjid desa di Kecamatan Sumber, ketua rombongan Fuad Widi Nugroho menyebutkan, kedatangannya ke Rembang bersama 7 orang lain. Dia berasal dari Banyumas sedangkan rekannya dari Yogjakarta, Kebumen dan Pekalongan. “Awalnya kita bertemu dalam pengajian di Masjid Al Ittihad Yogjakarta, kemudian sepakat untuk keliling bersama sama guna syiar,” ungkapnya.

Dipilihnya Rembang sebut Fuad, karena selama ini belum pernah menjadi sasaran kedatangan jemaah tabligh. Setiap kali rombongan singgah ke sebuah Masjid, terlebih dahulu harus izin kepada pihak desa dan pengurus takmir. Agar jangan ada kecurigaan terhadap rombongan kami yang bisa membahayakan keselamatan anggota jemaah. “Ttujuan kami berkeliling untuk menjalin persaudaraan antar umat Islam, memakmurkan Masjid dan meningkatkan amal ibadah,” cetusnya.

Ditambahkan, sudah menjadi kebiasaan, dalam rentang waktu setahun ia mengambil 40 hari untuk keliling ke sebuah daerah. Memang terkadang ada yang mencurigai, tetapi setelah dijelaskan maksud dan tujuannya. “Sering kali ada juga warga yang kami datangi justru memberikan dukungan, diantaranya ada menyalurkan bantuan bahan makanan,” imbuh Vuad.

Ditegaskannya, saat mereka berada di Masjid, tak ada kegiatan khusus, selain mengaji bersama dengan jemaah desa setempat seusai sholat Maghrib. Mereka tidak mau berkomentar adanya kelompok lain yang paham, ajaran dan aktivitasnya justru bisa memecah belah persatuan dan kesatuan, khususnya pada umat Islam. (hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).