Skip to main content

Tarif Pajak Harian Naik, Pedagang di Kelurahan Aren Jaya Mengeluh

BEKASI-Sejumlah pedagang di sepanjang jalan Nusantara Perumnas III, Kelurahan Aren Jaya, Kota Bekasi, mengeluhkan adanya kenaikan tarif pajak harian (PHR) restoran sebesar Rp 500, oleh petugas Kelurahan. Karena, dinilai telah melanggar Perda No 15 Tahun 2001 JO. Keputusan Walikota Bekasi Nomor 22 Tahun 2002. 

"Biasanya, dalam satu minggu saya membayar Rp 3.000 dari Rp 500, setiap harinya. Sekarang setiap harinya Rp 1000, seminggu Rp 6.000. Ini tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tutur salah satu pedagang, berinisial IK (31) ketika ditemui wartamerdeka.com, Senin (18/10/2010).

Dikatakan IK, kenaikan pungutan ini diberlakukan sejak satu minggu lalu bahkan tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu kepada para pedagang. Padahal, lanjut IK, penghasilan kondisi sekarang ini tidak menentu untuk menutupi pemenuhan hidup keluarga. "Keadaan lagi merosot, setiap bulan saya harus bayar lahan untuk mangkal sebesar Rp 250 ribu. Petugas kelurahan seenaknya menaikan tarif pajak ini," sesalnya.

Dirinya berharap, pihak kelurahan segera menurunkan tarif pajak itu. Sebab, dirinya belum mengetahui sejauhmana kenaikan yang didasari atas instruksi Kepala Lurah. "Alasan petugas untuk uang kebersihan," kata IK, pedagang yang sudah satu tahun ini.  

Sementara, Lurah Aren Jaya, Heru Purwoko, SSos, belum bisa dikonfirmasi wartamerdeka.com, terkait naiknya setoran pajak harian (PHR) restoran tersebut. 

Dari pantauan wartamerdeka.com, pemberlakuan tarif pajak restoran Rp 1000 sebanyak 200 pedagang terjadi di empat wilayah Kelurahan Aren Jaya, yakni Perum III, Wisma Jaya, Rawakalong, serta Borobudur. (dha) 

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.