Skip to main content

Timur Pradopo Mendadak Dipromosi Jadi Komjen, Peluang Jadi Kapolri Makin Besar


JAKARTA- Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Timur Pradopo mendadak diganti. Timur Pradopo selanjutnya naik pangkat menjadi komisaris jenderal dan mengisi posisi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam). Serah terima jabatan dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, Senin (4/10/2010). Amanat yang diemban Timur Pradopo sangat singkat: hanya tiga bulan. Dia menjabat Kapolda Metro Jaya pada bulan Juni silam. Tentu saja ini menjadikan bursa calon Kapolri makin menghangat. Nama Timur Pradopo pun disebut-sebut sebagai calon paling kuat untuk menjadi Kapolri



Sebagai pengganti Timur Pradopo adalah Irjen Polisi Sutarman. Sebelumnya Sutarman menjabat sebagai Kapolda Jabar.
Komjen Pol Timur Pradopo mengaku terkejut saat dirinya dipromosikan menjadi jendral bintang tiga. Namun saat ditanya mengenai kabar pencalonan dirinya sebagai Kapolri, Timur memilih tak mau membahasnya.

"Kita bicarakan hari ini. Kita laksanakan tugas yang ada di depan kita," ujar Timur di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (4/10/2010).


"Saya terkejut. Artinya baru hari ini (diberitahu)," imbuhnya.


Timur berjanji akan melaksanakan tugas barunya sebaga Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam).


"Sebagai Bhyangkara saya siap, itu kan janji seorang prajurit" tukas Timur  yang sebelum jadi Kapolda Metro Jaya adalah Kapolda  Jawa Barat.

Komjen Pol Timur Pradopo dilantik menjadi Kabaharkam menggantikan Komjen Iman Hariatna yang masuk masa pensiun. Seusai dilantik sebagai Kabaharkam, Timur langsung dinaikan pangkat menjadi komisaris jenderal alias bintang tiga.

Bursa Kapolri sendiri masih penuh tanda Tanya sampai Senin (4/10/2010) malam. Sebelum nama Timur, ada nama yang  yakni Komjen Imam Sudjarwo, Komjen Nanan Soekarna, dan Komjen Ito Sumardi.

Pengamat masalah kepolisian Aris Kuncoro dalam blog.wartamerdeka (
www.wartamerdeka.blogspot.com) tanggal 14 Juni silam meramalkan bahwa Irjen Pol yang saat itu hendak dilantik jadi Kapolda Metro Jaya punya kans besar jadi Kapolri menggantikan BHD yang bulan Oktober ini memasuki masa pensiun.
“Saya melihat, ditariknya Timur dari Bandung ke Jakarta merupakan sinyal yang sangat jelas, bahwa Timur memang dipersiapkan untuk menjadi salah satu calon kuat Kapolri menggantikan dirinya,”ujar Aris Kuncoro dalam blog.wartamerdeka.

Timur Pradopo menurut Aris Kuncoro tergolong perwira tinggi polisi yang diharapkan bisa membuat citra Polri terbangun lagi dengan baik setelah sempat terpuruk belakangan ini, gara-gara "Kasus Susno". Sebab, Timur memang punya kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan semua kalangan dan juga punya komitmen yang jelas dalam mereformasi Polri.
Lalu apa saja prestasi yang sudah ditorehkan Timur di Jawa Barat?


Lumayan banyak. Salah satunya adalah keberhasilannya dalam pengamanan di sejumlah pilkada di Jabar.


Dalam hal program, Timur juga mampu membuat instansi kepolisian terlihat lebih maju. Seperti program ‘’Polisi Sejuta Kawan’’ yang menjadi salah satu produk Timur selama menjabat sebagai Kapolda Jabar.


Program ‘’Polisi Sejuta Kawan’’ yang dia canangkan di Jawa Barat, dia lanjutkan pula di wilayah Polda Metro Jaya.


Di Jawa Barat, Timur Pradopo telah memberi contoh, bagaimana seharusnya polisi bermitra dengan masyarakat. 


Timur memang merupakan sosok polisi masa depan: santun, bersahaja tapi sekaligus juga tegas memberantas kejahatan. 


Saat memimpin Polda Jawa Barat, Timur tak segan-segan turun langsung ke lapangan. Bahkan, dia pun ringan langkah untuk langsung meninjau dan menyerahkan bantuan ke daerah bencana seperti longsor, atau banjir. 


Timur Pradopo mengawali tugasnya sebagai perwira Samapta Poltabes Semarang Jawa Tengah. Saat itu, dia bertugas menerima keluhan maupun musibah tindak kejahatan yang dihadapi masyarakat Semarang.


Pria kelahiran Jombang Jawa Timur 10 Januari 1956 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian pada tahun 1978. Timur kemudian diangkat menjadi Kepala Seksi Operasi Poltabes Semarang. Selanjutnya, dia dipercaya menjabat Kapolsek Kota Semarang Timur.


Karier Timur berlanjut dengan dipromosikan sebagai Kepala Bagian Lantas Polwil Kedu yang mempunyai wilayah hukum dari Kabupaten Purworejo, Temanggung sampai Magelang, Jawa Tengah.


Dianggap berprestasi di bidang lalu lintas, Timur pun hijrah ke Jakarta. Dia dipercaya oleh Kapolda Metro Jaya memegang jabatan Kepala Bagian Operasi Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Setelah itu, Timur dipercaya menjadi Kasat Lantas Polres Jakarta Pusat.


Di Polda Metro Jaya sendiri, Timur Pradopo mengawali tugasnya di bidang lalu lintas lalu dipindahkan sebagai Kapolsek dan seterusnya sebagai Wakapolres dan Kapolres. Timur memulai tugasnya sebagai Kapolsek Sawah Besar Jakarta Pusat pada tahun 1992. Pada tahun yang sama, dia pun menjabat Wakapolres Tangerang.


Sempat memimpin Polres Jakarta Barat, dia kemudian menjadi Kepala Pusat Pengendali Operasional Polda Jawa Barat pada tahun 2000. Di tahun yang sama pula, dia dipercaya oleh Kapolri Jenderal Pol Drs Bimantoro menjabat sebagai Kapolwiltabes Bandung.


Hanya dua tahun menjabat Kapolwiltabes Bandung, Timur ditarik ke Akademi Kepolisian Semarang. Dia diangkat menjadi Kepala Koordinator Taruna Siswa (Kakotaris) Akpol.


Pada 2004, dia dipindah ke Polda Bali sebagai Irwasda. Hanya setahun mengabdi di Polda Bali, Timur kemudian menjabat Kapolda Banten. Sekira 3 tahun kemudian, dia dipromosikan lagi menjabat Kepala Sekolah Lanjutan Perwira di Sukabumi Jawa Barat.

Hanya setahun berselang, Timur kembali ditarik ke Jakarta untuk menjabat sebagai Staf Ahli Kapolri dalam bidang Sosial Politik.


Tak lebih dari enam bulan menjadi staf Staf Ahli Kapolri dalam bidang Sosial Politik, Timur dipercaya lagi oleh Kapolri Jenderal Pol Drs Bambang Hendarso Danuri untuk menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat. Timur resmi menjabat Kapolda Jabar pada 27 Oktober 2008.
(ulis/ar/www.wartamerdeka.com)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.