Skip to main content

Artis Ida Kusumah Meninggal Saat Syuting CINTA FITRI

JAKARTA-Artis Ida Kusumah meninggal dunia di tempat syuting sinetron CINTA FITRI, Kamis (25/11/2010) malam.  Rudy yang juga humas MD Entertainment menjelaskan mengenai kronologi meninggalnya Ida Kusuma atau yang lebih dikenal sebagai Oma sesuai perannya di CINTA FITRI.

"Tadi beliau lagi di lokasi syuting. Oma lagi nunggu giliran syuting dan tiduran di kamar, ketika mau dibangunin, dia enggak bangun, lalu dibawa ke rumah sakit Puri Cinere masih ada nyawanya. 30 menit di rumah sakit, dokter memvonis beliau sudah meninggal. Tapi saya enggak tahu apakah karena jantung atau bukan, karena masih dalam penelitian dokter," cerita Rudy.

Menurut Rudy Ida berpulang sekitar jam 20.30 WIB dan meninggal di Rumah Sakit. Jenazah saat ini masih di Puri Cinere dan belum tau bakal dibawa ke mana.

Rudi menjelaskan syuting akan dihentikan untuk sementara, dan saat ini di rumah sakit hanya ada beberapa kru karena tidak semua orang boleh masuk.

"Enggak semua berkumpul di rumah sakit karena enggak boleh semua masuk juga, cuma beberapa orang saja, sepertinya ada beberapa yang meneruskan syuting, tunggu kepastian dari dokter saja. Kita harus komunikasi sama keluarga dulu," ungkapnya.

Rudy juga tidak pernah tahu Oma mengeluh tentang penyakit atau yang lainnya. Bahkan saat mereka bertemu mereka masih sempat bercanda.

"Setahu saya enggak. Karena jarang ngobrol dan ketemu kalau ketemu seadanya, tanya kabar saja. Terakhir ketemu sehat dan sempat bercanda," pungkasnya.

Dewo, seorang asisten sutradara sinetron 'CINTA FITRI' saat ditemui di RS Puri Cinere, Kamis (25/11/2010) malam  juga menjelaskan, kejadiannya sekitar jam tujuh (malam) lewat, dia lewat di kamar artis. Kayaknya dia serangan jantung, lagi ngobrol di kamar tiba-tiba jatuh.

Tak ada tanda-tanda sakit yang terlihat di wajah Oma, begitu rekan seprofesinya biasa menyapa, saat syuting. Sebelum pingsan, canda tawanya masih menghiasi lokasi syuting 'Cinta Fitri'.

"Kita lagi santai, ngobrol-ngobrol, tiba-tiba dia pingsan. Ada banyak pemain juga, seperti ; Dinda Kanya Dewi, Verlita di kamar ganti itu," lanjut Dewo.

Nama Ida Kusumah merupakan dalam dunia film cukup terkenal di era 80-an. Film pertama yang dibintanginya berjudul "Puteri Revolusi" pada 1955. Sejumlah film legendaris juga pernah dibintangi perempuan kelahiran 31 Agustus 1939 itu. 

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).