Skip to main content

Batu Sisa Proyek Break Watter Lukai Pengunjung DABTRPK, Ketua Komisi C DPRD Rembang Anggap Rekanan Lalai

REMBANG-Pecahan bebatuan bekas jalan beghu saat proyek penahan gelombang (break watter) dikerjakan di lokasi wisata Dampo Awang Beach Taman Rekreasi Pantai Kartini (DABTRPK) Rembang tercatat telah dua kali melukai kaki pengunjung. Pengelola telah menghubungi rekanan, namun sampai saat ini belum ada kepedulian atas batu sisa proyek yang usai dikerjakan bulan September lalu.

Kepala  pengelola DABTRPK Rembang Sriyono di lokasi sisa proyek menunjukkan hamparan sisa batu proyek sepanjang  4 x 70 meter saat itu digunakan untuk melintas kendaraan excavator untuk mengangkut batu bolder  telah melukai kaki pengunjung. Hari Minggu kemarin seorang anak sobek telapak kakinya saat bermain di atas tempat ini dan sepekan sebelumnya pengunjung lain mengalami kejadian sama. "Dua korban harus dijahit telapak kakinya karena robek, total dikelurkan dana 850 ribu rupiah untuk pengobatan mereka," ungkapnya.

Menurut dia, sudah menghubungi pihak rekanan proyek braek water untuk membicarakan penyelesian atas masalah tersebut, namun sampai kini belum ada jawaban kapan akan ketemu. "Pihak rekanan sampai saat ini belum memberikan jawaban kapan akan ketemu untuk mencari solusi atas masalah tersebut," tuturnya. Ditambahkamn Sriyono pekerjaan tersebut telah diserah terimakan ke instansi terkaiat  yakni Diskanlut walau demikian Sriyono juga telah menghubungi kepala Dinas Perikanan dan kelautan namun sampai kini belum ada jawaban.

Sementara itu mandor proyek wakil rekanan bernama Supriyanto saat dihubungi mengatakan, bebatuan yang dipermasalahkan merupakan bagian dari proyek. Kala itu digunakan sebagai jalan alat angkut berat untuk menata batu penahan gelombang. Karena itu bagian dari proyek dan pekerjaan telah selesai, maka tidak ada hubungan lagi dengan rekanan. "Pihak rekanan hanya bertanggung jawab atas suksesnya pekerjaan break water, bukan atas hal lainnya," sebutnya.

Terpisah ketua komisi C Pujianto saat dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut mengaku pihaknya sejauh ini belum menerima keluhan dari manapun , namun walau demikian karena itu merupakan kelalaian pihak kontraktor yang mana akhirnya menyebabkan kecelakaan bagi masyarakat atau pengunjung pihaknya berharap kelalaian itu bisa diselesaikan dengan secara baik dengan instansi terkait,dirinya menganggap kelalaian dari pihak rekanan dikarenakan seharusnya pihak rekanan pelaksana proyek break water tersebaut jangan saampai memberikan dampak negative atau amdal kepada masyarakat setelah proyek selesai harapannya semua pembersihan lokasi bekas proyek yang bisa membahayakan pengunjung jangan sampai terjadi dan berdampak luas.

Karena masa pemeliharaan proyek sudah selesai seharusnya Dinas Kelautan Perikanan  harus memiliki peran yang sangat penting untuk segera menyelasaikan masalah tersebut agar tak membawa korban lagi,pihaknya terkait permasalahan tersebut akan segera melakukan sidak kelokasi dalam waktu dekat  dan melihat langsung ke lokasi , sejauh mana dampak tersebut kalau memang sangat membahyakan dan perlu diseselasaikan lebih cepat pihaknya akan  berkomunikasi dengan Dinkanlut bersama dengan pengelola DABPRTPK  kalau memang diperlukan anggaran besar pihaknya akan membantu melalui APBD tahun 2011 agar bias teratasi dan menjadi lebih baik pungkasnya. (hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).