Skip to main content

Bidang Kebersihan Dinas Tarkimsih kabupaten Subang Keluhkan Kendaran Operasional

SUBANG-Mobil kendaraan pegakut sampah yang dimiliki bidang Kebersihan dan pertanaman  Dinas Tarkimsih Kabupaten Subang  memprihatikan, karena kondisinya  sudah tidak layak untuk operasional. Diharapkan kepada pemerintah daerah kabupaten Subang segera memperhatikan sarana dan prasarana yang berada di kantor bidang kebersihaan. Demikian dikatakan oleh Feri Afiat  Kepala bidang kebersihan dan pertanaman Dinas Tarkimsih Subang, Senin (1/11/2010) .

“Bagaimana kami bisa melayani masyarakat dengan baik jika kondisi kendarannya saja sudah tidak memungkinkan untuk oprasional bisa di bayangkan jika dalam satu hari saja kami tidak melakuikan kegiatan mengakut sampah kemungkinan besar sampah akan berserakan  oleh sebab itu perhatiaan yang serius bagi   yang punya kebijkan untuk bidang kebersihan dan pertanaman kota saat ini,” ujar Feri Afiat.

Sebenarnya masih, kata Feri Afiat, pihanya sudah mengajukan usulan kepada pihak pemerintah daerah dan juga kepada  panitia anggaran baik dari legeslatif maupun eksekutif untuk adanyapenambahan anggaran kepada bidang kebersihan kerena anggaran yang sebesar Rp1,1milliar tidak memadai dengan keberdaan bidang kebersihan banyak perlu yang di perbaiki idealnya anggaran yang diperuntukan untuk bidang kebersihan sebesar Rp.4,6 Milliar.

" Kami sudah mengupayakan usulan kepada pemerintah daerah maupun panitia anggran legeslatif maupun eksekutif namun sampai saat ini belum ada jawaban dengan alasan  anggaran dana tidak mencukupi dan terbatas,”ujar Feri .(ASEP

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).