Skip to main content

Bupati Bekasi dan Kepala BKD Diduga Kuat Terlibat Korupsi Multimedia

BEKASI-Ketua Umum Gabungan Potensi Ormas dan LSM (Gapenmas) Bekasi Drs Adam Tamara,Msi minta kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cikarang untuk segera menindaklanjuti kasus dugaan korupsi program multimedia yang telah menyeret mantan Kadiknas Drs Toni Sukasah dan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Diknas Kabupaten Bekasi ke hotel prodeo, Bulak Kapal, Bekasi Kota.

Menurut Adam, meski Een dan Tony sudah ditahan, kemungkinan masih ada beberapa pejabat yang diduga kuat ikut terlibat. “Ini yang perlu dituntaskan oleh penyidik Kejari Cikarang,” kata Adam yang akrab disapa Ayah oleh rekan-rekannya..

Ditanya siapa saja pejabat yang diduga ikut terlibat, dia tidak mau menjelaskan. Namun sumber lain menyebutkan, korupsi multi media sebesar Rp 3 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2007 ini, diduga kuat melibatkan Bupati Bekasi, Pjs Kadiknas saat itu, Muhyidin serta beberapa orang lainnya dari salah satu partai.

Keterlibatan Muhyidin, karena selaku Pjs yang ditunjuk Bupati Bekasi menggantikan Tony Sukasah yang saat itu melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci memerintahkan pelaksanaan program multimedia. Sedangkan Bupati Bekasi Saa’duddin diduga terlibat karena mengeluarkan surat keputusan (SK)  untuk pelaksanaan program multi media yang belum ditandatangani Tony selaku Kadiknas kepada Muhyidin.

Dijelaskan sumber tersebut, sebelum Tony berangkat haji, dia memerintahkan stafnya untuk tidak menggulirkan program multimedia sebelum ia kembali dari Tanah Suci. Namun Muhyidin atas desakan dari pihak lain (rekanan), mengusulkan kepada Bupati agar membuat SK. Ia sendiri tidak boleh menandatangani karena hanya selaku Pjs.

Berdasarkan SK Bupati, Muhyidin kemudian menggelontorkan dana program multimedia tanpa melalui tender kepada oknum dari salah satu partai pengusung Bupati Saa’duddin.

Disebutkan sumber itu, Bupati Bekasi dalam SK-nya menunjuk Een selaku PPK. Padahal, saat itu Een belum bersertifikat PPK. Selanjutnya, rekanan yang mendapat proyek tersebut mengeluarkan dana kepada salah satu kepala sekolah bernama Anton untuk dibagikan kepada 26 SMP. Tiap sekolah mendapat jatah Rp 4 juta. Tetapi, kata sumber itu, dana tersebut tidak diserahkan kepada kepala sekolah. Uang itu diserahkan Anton ke salah satu kepala seksi di Kejari Cikarang. Dimaksudkan agar kasus itu tidak muncul kepermukaan.

Een sendiri, kata sumber tersebut akan memberi kesaksian, dan mengakui, ia kebagian Rp 4 juta. Dalam kasus korupsi multimedia, Tony Sukasah tidak terlibat, ia, kata sumber, hanya menjadi korban.

Untuk diketahui, kasus pengadan buku paket  senilai Rp 6 miliar yang dilidik Kejari Cikarang pertengahan tahun 2007 lalu, hingga kini tak jelas. Padahal, mantan Kasipidsus Abeto Harahap,SH,MH menyebutkan kasus tersebut sudah rampung tinggal dilimpahkan ke pengadilan. Kasus ini melibatkan Muhyidin karena saat anggaran itu digelontorkan, ia menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

Kasus korupsi dana program multimedia sebesar Rp 3 miliar dari APBD 2007 ini, dilaporkan oleh Jonly selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Daerah (LP3D) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang akhir tahun 2009 lalu.

Dijelaskan Jonly, sebelum dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Cikarang, pihaknya terlebih dahulu melakukan penelusuran dengan mewawancarai sejumlah kepala sekolah yang disebut menerima dana laboratorium multimedia. Hasilnya, tak satu pun kepala sekolah mengetahui proyek itu.

Bahkan, kata Jonly, dari luncuran APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2007 ini, sesuai laporan keterangan pertangungjawaban (LKPJ) pelaksanaan APBD Kabupaten Bekasi tahun 2008, dana itu terealisasi hanya sekitar Rp 2,4 miliar dengan menggunakan satu nomor rekening.

Ternyata, kata Jonly, itu juga merupakan akal-akalan dari pelaksana proyek karena tidak dilakukan tender, tidak dilakukan pekerjaan, dan lain sebagainya. “Itu laporan fiktif, karena proyeknya juga fiktif,” tegas Jonly.HG            

Comments

Anonymous said…
IJIN SHARE KORUPSI MULTI MEDIA.. by : pemburu berita tv
warta merdeka said…
Silakan pak kalau mau dishare...Tks ya atas antensinya...

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).