Skip to main content

DAK Rp 53 Milyar Belum Terserap, Akibat Perubahan dari Swakelola Menjadi Tender

BEKASI- Sangat disayangkan Alokasi Dana Khusus (DAK) sekitar Rp 53 Milyar yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat Tahun anggaran 2010  di Dinas Pendidikan Kab Bekasi diperkirakan bakal hangus apa bila dalam waktu dekat ini tidak segera turun surat keputusan (SK) bersama tiga Kementerian yang isinya dana lanjutan pekerjaannya sampai bulan april tahun 2011. Padahal banyak sarana prasarana pendidikan di Kab Bekasi yang rusak parah akibat dimakan usia, bahkan ada beberapa gedung sekolah yang nyaris roboh.

“Agar dana tersebut tidak hangus harus ada surat keputusan bersama dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan Nasional,” demikian dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan Kab Bekasi, Rusdi M Biomed kepada Wartawan, Selasa (9/11). 
         
Lebih lanjut Rusdi mengatakan, tidak terserapnya DAK sebesar Rp 53 milyar dari Pemerintah Pusat tersebut pada tahun 2010 di Dinas Pendidikan Kab Bekasi, karena waktu yang sangat pendek dan terbatas, sehingga pekerjaan proyek fisik dikhawatirkan tidak dapat terselesaikan tepat waktu pada tahun ini. “Jadi lebih baik ya kita tunda dulu,” ujarnya.

Dia berharap  agar dana tersebut tidak hangus surat keputusan bersama tiga Kementerian itu segera turun, sehingga dana DAK tersebut dapat diserap untuk membangun perlengkapan perpustakaan  SD Negeri dan swasta maupun untuk tingkat SMP Negeri maupun swasta yang ada di Kab Bekasi.

Ditambahkan pula, DAK di Kab Bekasi itu sebenarnya sudah turun sejak bulan April 2010, namun akibat petunjuk pelaksananya (Juklak) berobah dari swakelola menjadi tender, jadi semua surat administrasi yang telah jadi harus diubah sehingga mempersempit waktu untuk penyerapan.

Dia mengemukakan, kalau surat keputusan bersama tiga Kementerian tersebut tidak segera terbit dalam waktu dekat ini maka dapat dipastikan DAK tersebut akan hangus dan dikembalikan lagi ke Pemerintah Pusat. “Dinas Pendidikan Kab Bekasi pada tahun anggaran 2011 yang akan datang juga akan mendapat DAK sebesar Rp 48 milyar untuk SD dan SMP,” ungkapnya. Yoto

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).