Skip to main content

Dinas Pendidikan di Bawah Rata-Rata, 121 Jenis Kegiatan di Pemkab Rembang Pencapaian Fisiknya Masih 0%


REMBANG-Setidaknya ada 121 jenis kegiatan di Pemerintah Kabupaten Rembang yang pencapaian fisiknya masih 0 %, dengan nilai mencapai lebih dari Rp 36 miliar. Paling banyak kegiatan yang belum dilaksanakan berada di instansi Dinas Pendidikan. Itulah yang disampaikan Wakil Bupati Rembang dalam rapat koordinasi di lantai IV gedung Setda Rembang pagi tadi Senin (15/11/2010).
Wakil Bupati menyampaikan arahan arahan penting, terutama kepada sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang pencapaian fisiknya jauh di bawah rata rata kabupaten, seperti Dinas Pendidikan baru 26,49 %, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah 35,91 %, Kantor Kesbangpollinmas 34,16 % dan Bagian Tata Pemerintahan 20,02 %.
Sementara untuk SKPD yang pencapaian fisiknya di atas rata rata semisal Dinas Pertanian dan Kehutanan 96,07 %, Kecamatan Gunem 93,06 % dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Keluarga Berencana (BPMKB)93,01 %.
Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz berharap Dinas/Instansi bisa lebih aktif  menyerap dana APBD untuk keperluan belanja langsung, sehingga jangan sampai program yang telah tersusun, akhirnya percuma begitu saja. Indikator pembangunan dianggap berhasil, apabila anggaran bisa tepat waktu, tepat administrasi dan tepat manfaat.
Pihaknya menyadari seputar DAK yang berdampak pada masalah realisasi kegiatan, tetapi Abdul Hafidz meyakini proses penyerapan APBD 2010 bisa sesuai target dan tepat waktu.(hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).