Skip to main content

LSM Fodasi Desak KPK Segera Penjarakan Walikota Bekasi Mochtar Mohamad

 
Keterangan Foto: Walikota Bekasi Mochtar Mohamad jadi tersangka korupsi.

BEKASI-Untuk mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penetapan Walikota Bekasi Mochtar Mohamad sebagai tersangka korupsi dana APBD dan skandal Adipura, Forum Pemuda Kota Bekasi (Fordasi) akan menggelar aksi demonstrasi maraton di depan KPK. Aksi ini akan dimulai pada Selasa esok (23/11). "Tangkap dan penjarakan Mochtar Muhammad. Usut dan sita harta kekayaan Mochtar Muhammad beserta keluarga dan kroni-kroninya," kata Humas Fordasi, Jamaludin Iris  dalam rilisnya, Minggu (21/11/2010).

Masih menurut Jamaludin, Adipura hanya dijadikan komoditas pencitraan Mochtar Mohamad.

"Bersihkan Kota Bekasi dari segala budaya korupsi," lanjutnya.

Dalam aksi maraton tersebut, Fordasi juga akan melakukan hapening art penyerahan borgol ke KPK, menumpahkan sampah korupsi dan melindas foto besar bergambar Mochtar Muhammad.

Senada dengan Fordasi, Jimmy dari Forum Remaja dan Mahasiswa Bekasi (Formasi) juga minta Mochtar  Mohamad tidak menjadikan  Piala Adipura sebagai “tameng” untuk menutupi kasus korupsi di balik itu. “Kalau tudingan KPK terbukti, justru Mochtar harus minta maaf kepada rakyat Bekasi karena berusaha meraih Aipura dengan cara menyuap. Perbuatan itu jelas yang sangat memalukan warga Bekasi. Sebelumnya Kota Bekasi sudah dipermalukan dengan kasus penyuapan kepada pejabat BPK Jawa Barat yang dilakukan Sekda Kota Bekasi Tjandra Utama Effrendi dan sejumlah pejabat lainnya agar Kota Bekasi meraih predikat WTP-wajar Tanpa Pengecualian,”ujar Jimmy  kepada wartamerdeka.com, Minggu (21/11/2010) malam.

Tersangka korupsi Walikota Bekasi, Mochtar Muhammad dipastikan akan segera menjalani pemeriksaan perdana di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi APBD Kota Bekasi 2010.

"Tentunya akan segera (diperiksa)," kata Ketua pelaksana harian pimpinan KPK,  Haryono Umar, melalui pesan singkat kepada wartawan, Jakarta Jumat (19/11).

Menurutnya, saat ini tim penyidik tengah membuat jadwal penyidikan terkait perkara korupsi suap pengesahan APBD dan suap pemenangan piala Adipura Pemkot Bekasi. "Penyidik yang membuat perencanaan pemeriksaannya," tegas dia.

Seperti diketahui, pekan lalu KPK resmi meningkatkan status terhadap politisi PDIP ini sebagai tersangka. Mochtar, disangkakan telah melakukan pidana korupsi  APBD kota bekasi 2010 dan suap untuk memenangkan piala Adipura. Bahkan, perkara awal yakni, suap kepada auditor BPK jabar, namanya pun diikutsertakan.

Modus yang dilakukan, Mochtar telah memberikan janji dalam kaitan dengan piala Adipura dan APBD bekasi. Tersangka dikenakan Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 atau Pasal 5 Ayat 1 atau Pasal 5 Ayat 2 atau Pasal 11 UU tipikor 31/1999 sebagaimana diubah 20/2001.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Mochtar Muhammad melalui pengacaranya mengeluhkan,  penetapan dirinya menjadi tersangka kasus dugaan korupsi suap pengesahan APBD 2010 dan pemenangan Piala Adipura 2010. Pasalnya, akibat penetapan tersebut, pembangunan di Pemkot Bekasi terganggu.

"Tentu akan menggangu proses penyelenggaran pemerintahan di kota Bekasi itu pasti," kata Sirra Prayuna, kuasa hukum Mochtar, melalui pesan singkat kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (20/11).

Menurut dia, saat ini penyelenggaraan pemerintah dalam pelayanan publik di bidang jasa sangat kacau. "Hal ini sangat menggangu kerja-kerja Wali Kota," tutup dia.(dadang/doddy kuncir)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).