Skip to main content

Majikan Penyiksa Sumiati Belum Ditahan

JEDDAH – Penyiksaan terhadap Sumiati, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia oleh majikannya di Arab Saudi, terus menjadi perhatian banyak pihak. Namun, sayangnya hingga kini majikan Sumiati yang diduga telah menyiksa gadis asal Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu belum ditahan. Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi dan Kesultanan Oman Gatot Abdullah Mansyur menyatakan, pelaku belum bisa ditahan kemungkinan terkait proses berkas acara pemeriksaan terhadap Sumiati yang hingga kini belum tuntas.
"Hal ini terjadi karena kondisi Sumiati belum sepenuhnya pulih, setelah mendapat perawatan di RS King Fahd Madinah. Untuk menguatkan dugaan penyiksaan ini, kami telah meminta Konjen RI di Jeddah menyiapkan medical record Sumiati. Dengan bukti data kesehatan itu, nantinya bisa dibuktikan adanya unsur penyiksaan atau tidak," jelas Gatot.
Gatot menambahkan, pihaknya terus memantau kondisi kesehatan Sumiati. Gatot mengakui hingga kemarin, penyebab pasti penyiksaan terhadap Sumiati belum bisa sepenuhnya terkuak jelas.
Mengenai penyiksaan terhadap Sumiati, Gatot berpendapat bahwa apapun kesalahan yang dilakukan Sumiati, penyiksaan tidak bisa dibenarkan. Informasi terakhir, polisi Madinah telah memanggil Khalid Salim untuk menjalani pemeriksaan awal.
"Saya belum tahu apakah akhirnya ditahan atau tidak, tapi saya minta kasus ini bisa segera dibawa ke sidang dan pelaku bisa diberi sanksi yang seberat-beratnya," ujar Gatot di Mekkah, kemarin.
Gatot menyatakan, kasus yang dialami Sumiati ini tergolong sangat berat dibandingkan kasus-kasus yang terjadi selama ini. Jumlah TKI di Arab Saudi yang bekerja di sektor nonformal mencapai 90 persen dari total 1 juta TKI.
Sementara itu, keluarga Sumiati mengaku tidak rela jika kasus ini hanya berhenti di tengah jalan, apalagi berakhir dengan pemberian kompensasi dan sebagainya. Dia meminta, Khalid Salim M Al Hamimi, warga Madinah yang diduga kuat menyiksa Sumiati harus diadili dan dijatuhi sanksi berat.
Pihaknya juga meminta Perusahaan Jasa Tenaga Kerja (PJTKI) PT Rajana Salam Putri Jalan H Jaidi, Tanjung Barat, Jakarta Selatan yang memberangkatkan Sumiati turut diperiksa. Hal ini penting karena sebelum mendapat pelatihan tiga bulan PJTKI sudah memberangkatkan tenaga kerjanya ke luar negeri.
Sementara itu  Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) sedang menelusuri Perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (PPPTKI) swasta, yang memberangkatkan TKW asal Cianjur, Kikim Komalasari, yang tewas dibunuh majikannya di Arab Saudi.
"Begitu kami mendapatkan informasi adanya TKI yang dibunuh di Arab Saudi, kami langsung terjunkan tim untuk mengecek kebenarannya," ujar Kepala pusat Humas Kemenajertrans, Suhartono kepada wartawan, Jumat (19/11/2010).
Sementara itu, pihak Kemenakertrans juga langsung melacak dokumen perusahaan yang memberangkatkan, lokasi penempatan, dan perusahaan asuransinya.
"Hingga kini pihak Kemenakertrans sedang mengecek ulang dan mengumpulkan informasi lengkap mengenai tewasnya TKI Kikim dengan melakukan koordinasi bersama pihak KJRI Arab Saudi," tandasnya.
Berdasarkan data awal, diketahui bahwa semula TKI yang ditemukan tewas adalah warga negara Bangladesh.
"Kami masih memastikan identitas lengkap dari jenazah yang sedang diteliti oleh kepolisian Arab Saudi, apakah benar namanya Keken atau Kikim Komalasari," ungkapnya.
Setelah, dirinya menemui pihak PPTKIS yang memberangkatkan korban maka segera dihubungi pihak keluarga untuk segera memberangkatkannya ke Arab Saudi.
"Kita akan memfasilitasi keberangkatan perwakilan keluarga Keken/Kikim agar bisa langsung memastikan identitas jenazah dan membantu proses laporan autopsi yang dilakukan kepolisian Arab Saudi," tutupnya.ar

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).