Skip to main content

"Pathol" Sumo Ala Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang erkembang di Kalangan Nelayan

REMBANG-Jika di Negeri Jepang dikenal jenis olah raga bela diri bernama “sumo”, olah raga yang hampir sama dengan gulat pemainnya bertubuh tambun hampir dua kwintal, maka di kecamatan Sarang kabupaten Rembang ada jenis permainan yang menyerupai Sumo. Namun bedanya  pemainnya adalah   kaum nelayan dengan tempat pertandingan hanya memakai hamparan pasir laut yang dibatasi dengan tali, seluas sekitar 36 meter persegi.

Sudah menjadi kebiasaan bahkan keharusan di kecamatan Sarang kawasan ujung timur Kabupaten Rembang yang berbatasan dsengan kabupaten Tuban Jawa Timut saat merayakan sedekah laut desa maka acara intinya yakni pathol. Siapa saja boleh ikut berpartsipasi, tidak harus warga desa setempat yang mengadakan sedekah laut. Bahkan pathol selalu menjadi primadona tontonan warga dan tiap kali dilombakan seperti halnya sewaktu desa Karangmangu menggelar sedekah laut pada hari Jumat (19/11).

Akhmad (58 tahun), warga setempat, mantan jawara pathol di kecamatan Sarang era tahun 1970-1980 mengatakan, sejak dia kecil sudah menyukai pathol. Sehingga pernah menjadi juara sekitar 20-30 tahun silam.“Juara pathol pada waktu itu menjadi pujaan para gadis dan diincar orang tua yang memilki anak perempuan, hendak dijodohkan dengan anaknya. Seperti sata waktu itu, banyak menjadi rebutan para orang tua yang ingin mengambil menjadi menantu,” sebutnya

Terpisah, H Masrukhin (82 tahun) tokoh masyarakat desa Karangmangu namun diangkat sebagai sesepuh seni pathol di kecamatan Sarang, boleh dibilang sebagai pengembang dan pelestari pathol. Di kala mudanya dahulu, waktu dirinya juga pernah menjadi jawara pathol. Yakni pada era tahun 1940-1960-an.

Menurut dia, dahulu memang sempat ada cap negatif atas pathol karena dimanfaatkan oleh orang yang memilki ilmu gulat jawa itu untuk beradu kekuatan bahkan dengan mempertaruhkan istri, “Namun kemudian saya luruskan tujuan dan manfaat pathol sebagai olah raga dan seni. Akhirnya kejadian tersebut tidak ada lagi,” ungkapnya.

Ditambahkan, waktu yang dimilki dihabiskan mengajar para tetangga terkait kiat mengalahkan musuh saat bertanding pathol. Lansia ayah 5 anak kakek 14 cucu itu separuh lebih dari usianya dihabiskan untuk kesenian tradisional pathol khas Sarang Rembang itu. “Bahkan saya berani membuat aturan tak tertulis namun dipatuhi seluruh desa sepanjang pesisir kecamatan sarang agar saat menggelar sedekah laut harus mengagendakan pathol menjadi kegiatan utama,” paparnya.

Walau untuk itu dia harus rela menyumbang. Karena perkembangan sekarang ini, para pemain pathol diberikan uang tampil. “Bagi juara diberikan uang 50 ribu rupiah, sedangkan yang kalah mendapat 25 ribu rupiah,” pungkasnya. (hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).