Skip to main content

Pemkab Subang Anggarkan Rp 20 M untuk Pembangunan Pasar Baru

SUBANG - Pemerintah Daerah Kabupaten Subang akan menganggarkan dana untuk  pembangunan Pasar Baru sejumlah Rp 20 M yang pelaksanaannya dijadwalkan awal Januari  tahun 2011 mendatang . Program ini diperuntukkan bagi para pedagang Pasar Baru. Pasar Baru Subang ini direncanakan akan menjadi pasar induk di Subang.

 

“Sekaligus tujuan pembangunan ini adalah untuk mensejahterakan para pedagang,’’ ujar Talam Komarudin selaku Koordinator Pembangunan Pasar Baru sekaligus ketua koperasi Lekpas - koperasinya para pedagang Pasar Baru, Minggu (14/11/2010)

 

Diterangkan oleh  Talam,  melalui DPRD Kabupaten Subang , natinya anggaran tersebut akan digulirkan pada 2011 mendatang. "Kelak nanti Pasar Baru Subang ini akan menjadi pasar induk yang serba komplit mulai dari pasar  sembako maupun pasar seni modern. Kami sedang melakukan pendataan, pedagang saat ini," ujarnya.


Lebih lanjut Talam  menjelaskan anggaran sebesar Rp 20 M  tersebut merupakan upaya dari Bupati Subang Drs Eep Hidayar Msi yang sangat peduli terhadap para pedagang Subang  .

Masih kata Talam, kini telah dibentuk koperasi Lekpas di Pasar Baru. Maksud dan tujuannya adalah sebagai wadah para pedagang  di Pasar Baru dan kini tercatat 200 pedagang tahap awal sudah menjadi anggota koperasi Lekpas. ”Diharapkan kepada para pedagang baik yang ada di lokasi Pasar Baru maupun pedagang di luar Pasar Baru bisa bergabung dengan kami kerena kami dirikan koperasi ini semata mata untuk kita bersama menuju kesejahteraan bersama,“tutur Talam.(SEP)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).