Skip to main content

Pengemudi Angkot Subang Protes Keberadaan Bus Karyawan



SUBANG-Ratusan supir angkutan jurusan Subang- Purwadadi gelar  aksi unjuk rasa  ke kantor Dinas Perhubungan (Dishub)  Subang, akhir pekan lalu. Hal ini   mengkagetkan para pegawai dishub.  Para supir  itu datang dengan membawa mobil angkotnya masing-masing

Menurut Dedi Omo salah seorang supir,  para supir  menuntut penjelasan  ijin trayek bus angkutan karyawan pabrik.  Diduga  ijin trayeknya bodong dan   dengan kehadiran bus angkutan karyawan itu  membuat para supir tidak nyaman  mencari nafkah. Pasalnya banyak kendaran bus pengakut karyawan itu beroperasi mencari penumpang.

Kepala Bidang Lalulintas Dishub Subang Nurhadi, mewakilkan kepada kepala seksi pengendalian oprasi (Dalop) Lalin untuk memberikan penjelasan kepada ratusan para supir yang berkumpul di ruang rapat Dishub Subang itu.

Diterangkan oleh Suwirya, kasie dal-op lalulintas dishub Subang mengenai  tuntutan para supir untuk mencabut ijin trayek bus karyawan itu pihak Dishub sendiri kebingungan,  pasalnya  bus karyawan itu  tidak memiliki ijin trayek  mau mencabut apa sebab bus bus itu  jelas belum  mempunyai ijin

Masih kata Suwirya, kalau melihat dengan Keputusan Menteri  nomor 35,   perusahaan sah sah saja mengeluarkan bus angkutan karyawan.  "Kalau memang naik angkutan kota dijamin nggak terlambat silahkan  saja, tetapi tentunya sebelumnya   konfirmasi  dahulu dengan pihak perusahaan, kenapa tidak konfirmasi  dengan perusahaan untuk mencari jalan yang terbaik,”tegas Suwirya.(ASEP/AYI)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.