Skip to main content

Polres Rembang Cegah Kasus Pengeroyokan Melalui Banner dan Spanduk

Keterangan Foto:  
Kapolres Rembang AKBP Kukuh Kalis Susilo



REMBANG-
Kapolres Rembang AKBP Kukuh Kalis Susilo merasa prihatin dengan adanya kasus pertikaian antar desa yang berimbas terjadinya pengeroyokan menyebabkan korban tewas dan luka baik berat. Belum lagi seluruh pelaku kasus pengeroyokan di Dresi Kaliori yang dilakukan warga desa Mojowarno terhadap warga desa Sambiyan kecamatan Kaliori usai disidangkan, Senin malam terjadi kasus pengeroyokan yang dilakukan enam pemuda desa Pragu kecamatan Sulang terhadap warga desa Karangsari. Dari kejadian tersebut terdata tiga korban mengalami luka baik berat dan ringan. 

Menurut Kapolres Rembang AKBP Kukuh Kalis Susilo, untuk mengantisipasi agar kejadian pengeroyokan tidak semakin marak di wilayah hukum kerjanya, maka perlu dilakukan terobosan baru untuk mengingatkan warga. Upaya tersebut yakni berupa pemasangan banner berisi pasal 170 KUHP berikut ancaman hukuman, disertai peringatan keras berupa kata jangan pernah mencoba. "Saat ini banner tengah dipesan, setelah jadi nanti dipasang di tempat strategis yang mudah dibaca warga," terangnya.

Adapun langkah selanjutnya sebutnya yakni pada saat kegiatan berkumpulnya massa dan terbentuk kepanitiaan. Saat panitia mengajukan ijin keramaian ke Polsek/Polres diwajibkan menyertakan kesanggupan membuat spanduk berisi penjelasan pasal 170 KUHP berikut ancaman hukuman disertai kata penegasan jangan coba-coba. "Bahkan spanduk harus ditunjukkan sewaktu panitia mengajukan ijin dan apabila tidak dpasang saat keramaian berlangsung maka kegiatan akan dibubarkan oleh aparat kepolisian," paparnya.

Ditambahkan, untuk kali pertama di mulai hari ini Kamis (18/11) di desa Karanganyar kecamatan Kragan dalam acara sedekah laut yang diramaikan acara pertunjukan musik. "Akan kita sosialisasikan Pasal 170 KUHP berikut ancaman hukumannya," imbuhnya. 

Diharapkan terobosan tersebut mampu meredam bahkan menghentikan kasus pengeroyokan di wilayah hukum kerjanya. Apabila masih juga terjadi kasus pengeroyokan, maka tidak ada penyelesaian perkara di luar hukum. "Seluruh pelaku maupun otak peristiwa akan ditangkap, ditahan dan diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku," pungkasnya.(hasan

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).