Skip to main content

Polres Rembang Ekspose Dua Kasus Menonjol

REMBANG-Kepolisian Resor (Polres) Rembang pagi tadi melakukan eskpose/gelar perkara dua kasus kriminal yang menonjol pada bulan ini, berikut barang bukti hasil kejahatan dan alat yang digunakan saat melakukan aksi. Pertama-tindak kriminal pencurian dengan kekerasan (curas) dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) Polres Rembang jalan Dr Sutomo dan ke-dua penganiayaan warga Karangsari kecamatan Sulang oleh sebagian pemuda desa Pragu kecamatan sama.


Kapolres Rembang AKBP Kukuh Kalis Susilo didampingi Waka Polres Kompol Teguh Tri Prasetyo dan Kasat Reskrim AKP Sugirman saat ekspose kasus pertama menerangkan dari hasil pengembangan penyidikan, pelaku penjambretan Pujiono alias Jendus usia 33 tahun warga Karangharjo kecamatasn Sulang ternyata pelaku atau eksekutor, sedangkan otak tindak kriminal yang berinisial Mr X, saat ini masih dalam penyidikan intensif.


Menurut Kapolres Rembang AKBP Kukuh Kalis Susilo, ke-dua pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, diancam pidana paling lama sembilan tahun. Sementara pelaku Pujiono alias Jendus saat ditanya mengaku jika diajak oleh Mr X, hari itu saat kejadian dia disuruh menjambret tas korban Kustiah Bendahara Polres Rembang.


Sedangkan kasus ke-dua yakni peristiwa penganiayaan oleh enam warga desa Pragu kecamatan Sulang terhadap beberapa warga Karangsari kecamatan sama yang menyebabkan tiga korban mengalami luka. Ke-enam pelaku telah diamankan pada Senin malam usai kejadian, sedangkan dua korban mengalami luka ringan sedangkan seorang lagi masih dirawat di rumah sakit Rembang.


Disebutkan Kapolres Rembang AKBP Kukuh Kalis Susilo, keenam pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP yang berbunyi secara terang-terangan dan secara bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun, bila kekerasan itu mengakibatkan luka berat.


Sementara para pelaku sendiri saat ditanya menjelaskan, mereka tidak terima karena pada senin siang ada salah satu pemuda tetangga mereka dikeroyok warga desa Karangsari. Hingga malam harinya terlibat pertikaian dengan beberapa pemuda desa karangsari menyebabkan tiga orang terluka.


Selanjutnya Kapolres menghimbau warga Rembang agar tidak mengedepankan sifat dan sikap emosional dalam menyelesaikan masalah, khususnya melibatkan antar desa. Lebih baik diadakan musyawarah untuk mencapai mufakat dan pihaknya melalui Kapolsek dan aparat kepolisian Babinkamtibmas desa siap memfasilitasi dan menjadi mediasi.


Ditegaskan oleh Kapolres Rembang AKBP Kukuh Kalis Susilo, pihaknya tidak akan mentolerir pelaku tindak pengeroyokan dan penganiayaan, apalagi jika membawa korban. Semua yang terlibat akan ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku dan dikenakan hukuman maksimal sesuai dengan ketentuan isi pasal KUHP yang dikenakan.(hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).