Skip to main content

Ratusan Timbangan Pedagang Pasar Rembang Ditera Ulang Balai Metrologi


REMBANG-Kegiatan rutin tahunan tera ulang alat timbang kembali dilaksanakan Balai Metrologi Pati bekerja sama dengan Dinas Perinustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Rengah dan Dinas Perinustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang di bekas gudang kapuk selatan Pasar Rembang. Ratusan timbangan diperiksa tim tera, untuk diketahui tingkat balanching/kesimbangannya.

Sigit Ariyanto salah satu staff Balai Metrologi disela-sela kegiatan menyebutkan, pihaknya menjadwalkan pelaksanaan tera ulang timbangan yang digunakan seluruh pedagang di Kabupaten Rembang pada bulan November ini. Pertama dijadwalkan untuk Kecamatan Rembang kota, meliputi pedagang pasar Rembang, pasar Penthungan dan seluruh pedagang baik pertokoan dan rumahan yang menggunakan alat timbang.

"Bentuk alat timbang yang dimaksud yakni, meteran, takaran kering, takaran basah, timbangan sentisimal, timbangan desimal, timbangan meja/kodok, dacin logam dan anak timbangan.seterusnya berkeliling di tujuh pasar lain dan kecamatan terdekat dari masing-masing pasar tersebut," jelasnya.

Menurut dia, seluruh alat timbang diteliti keseimbangannya dan bagi pemilik alat timbang yang kedapatan merusak/mengubah alat timbang yang dimiliki sehingga tidak seimbang, namanya dicatat dan diberi surat peringatan. "Kemudian alat timbang yang sudah diseimbangkan tersebut diberi label lolos tera tahun 2010, sebagai bukti telah diteliti keakuratannya oleh Balai Metrologi," ungkapnya.

Ditambahkan, secara berkala Balai Metrologi Pati bekerja sama dengan Dinperindagkop dan UMKM dan Polres Rembang mengadakan sidak ke pasar dan tempat-tempat penjualan lain. Apabila ditemukan alat timbang yang lolos tera namun diubah keseimbangannya, maka pemiliknya dikenakan sanski.  "Mereka dianggap melanggar Undang-undang nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi legal pasal 32, berbunyi barang siapa melakukan yang tercantum pasal 25, 26, 27 dan 28 undang-undang ini, dipidanakan selama-lamanya 1 tahun dan akan dikenai denda setinggi-tingginya satu juta rupiah," imbuhnya.

Sementara itu Muslimah pedagang bumbu dapur di Pasar Rembang dihubungi saat alat timbangnya ditera ulang mengatakan, sejak berjualan pada tahun 1980 lalu dia setiap tahun pasti meluangkan waktu untuk menera ulang timbangan yang dipakainya, apabila tim terpadu tera ulang turun ke Rembang.

"Saya takut alat timbang tidak akurat lagi, terancam melanggar undang-undang yang berlaku dan dikenai sanksi. Oleh karena itu dengan kesadaran sendiri memenuhi pengumuman bahwa hari ini dilakukan tera ulang alat timbang," cetusnya.

Ditambahkan, biaya tera ulang tergolong ringan, untuk timbangan sentisimal dan desimal berikut anak timbangan sebesar 55 ribu rupiah, sedangkan timbangan meja/kodok berikut anak timbangannya hanya sebanyak 25 ribu rupiah, leluasa untuk berjualan selama setahun.. "Terhitung selama 20 tahun berjualan di pasar Rembang sudah berganti 6 kali timbangan karena rusak akibat jatuh dan sebab lain," imbuhnya.   (hasan/kir)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).