Skip to main content

Satlantas Polres Rembang Amankan Delapan Unit Tossa


REMBANG-Meski berulang kali diperingatkan agar armada roda tiga jenis Tossa tidak digunakan untuk mengangkut penumpang orang, namun masih saja ada pemilik/pengemudi yang nekad melanggar aturan tersebut. Ujung-ujungnya delapan unit Tossa diamankan Satuan Poiisi Lalulintas Polres Rembang dan pemilik/pengemudi dikenakan sanksi  tegas.

Saat Kepala Satuan Lalulintas Polres Rembang yang baru AKP Maryadi mengadakan patroli di wilayah pantura Rembang timur untuk perkenalan daerah tugas pada Kamis pagi, dijumpai sedikitnya delapan armada Tossa kedapatan mengangkut penumpang. Langsung saja kendaraan bermotor roda tiga itu dihentikan dan diamankan ke Mako Lantas Polres Rembang, sedangkan pemilik/pengemudinya diberi sanksi tegas, dikenakan tilang.

Ditemui di halaman makolantas  usai patroli AKP Maryadi menerangkan, pihaknya merasa heran dengan pemilik/pengemudi Tossa yang terus-terusan membandel mengangkut penumpang orang. Pasalnya sudah jelas melanggar peruntukan dan aturan lalulintas yang berlaku. "Karena tidak ingin ada preseden buruk bila aparat Satlantas tidak tegas selama ini, maka saya ambil langkah tegas memberlakukan tilang dan mengamankan kedelapan unit Tossa ke Makolantas Polres Rembang. Adapun pemilik/pengemudi Tossa harus menyelesaikan perkara melalui sidang di Pengadilan Negeri Rembang, sesuai jadwal yang diberikan," ujarnya.

Dia menambahkan, pemilik/pengemudi Tossa sering kucing-kucingan dengan aparat Satlantas. Manakala diadakan patroli terencana, tiba-tiba saja Tossa menghilang dari jalur pantura, namun di saat petugas berpakaian preman dan berkeliling dengan mobil pribadi, dijumpai puluhan Tossa memadati jalur pantura Rembang timur. "Kuat dugaan ada oknum yang membocorkan kegiatan patroli, tidak satupun dijumpai Tossa melintas," ungkapnya..

Ditegaskannya, jajaran Satlantas akan mengintensifkan patroli di jalur pantura timur Rembang secara periodik dan acak untuk menghindari kebocoran. Apabila saat melakukan kegiatan tersebut masih saja ditemukan Tossa mengangkut penumpang maka akan ditindak tegas. "Mungkin akan menahan armada Tossa untuk selamanya, agar pemilik/pengemudi lain merasa jera dan tidak berani melanggar ketentuan peruntukan kendaraan beroda tiga itu," tandasnya. (hasan/kir)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).