Skip to main content

Penasehat LIRA Kota Bekasi Didit Susilo Imbau ‘Perang Terbuka’ Pendukung Walkot Dan Wawalkot Bekasi Dihentikan

BEKASI- Belakangan ini sejak ditahannya Walikota Bekasi H. Mochtar Mohamad (M2) oleh KPK, para pendukungnya terus melakukan pembelaan. Repotnya, pembelaan itu seolah-olah skenario M2 dizholimi secara politik malah dibiarkan. Saat demo ke Gedung KPK lalu misalnya, pendukungnya memandang M2 sengaja dijebloskan karena ‘pesanan’ politik. Para pendemo tidak malu-malu menuding skenario itu diduga dilakukan Wakil Walikota. Bahkan Wakil Walikota H. Rahmat Effendi juga secara resmi dilaporkan oleh Gepeka (Gerakan Peduli Keadilan) ke KPK terkait dugaan penyalahgunaan anggaran sewaktu menjabat Ketua DPRD tahun 2004 lalu.

Konflik itu makin tajam, seiring dengan isu ditangkapnya 6 pejabat Pemkot Bekasi yang selama ini dianggap gerbong Wakil Walikota saat pesta di Diskotik Golden Crown, pasca Walikota ditahan KPK. Tak lama kemudian seperti aksi balas dendam salah seorang pejabat yang selama ini dicap gerbong Walikota ditangkap BNK Kota Bekasi di tempat yang sama. Demo makin panas karena sudah langsung menyerang posisi Ketua BNK yang dijabat Wakil Walikota.

Repotnya, selama ini beredarnya isu adanya skenario politik ditahannya Walikota tidak dibantah atau diklarifikasi Wakil Walikota. Untuk itu Wakil Walikota H. Rahmat Effendi, harus melakukan langkah-langkah yang tepat serta melakukan konsolidasi dengan Walikota menyikapi perkembangan situasi yang terjadi.

Hal tersebut dikatakan Penasehat DPD Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Bekasi, Didit Susilo, yang kuatir jika tidak dilakukan langkah-langkah yang tepat bukan tidak mungkin situasi politik akan semakin memanas dan jangan sampai terjadi konflik horizontal antar pendukung justru merugikan semua pihak. “Semua sudah terlihat telangjang tanpa ada etika politik, ini sangat membahayakan. Seharusnya jalannya program pembangunan dan pemerintahan bukan tergantung pada personal namun sistem agar situasi apapun, program yang bersentuhan dengan hajat masyarakat yang dianggarkan APBD tetap jalan,” kata Didit. 

Menurutnya, celah adanya kasus beberapa pejabat yang diindikasi ‘kurang bersih’, meski secara hukum belum terbukti, sebagai Ketua BNK yang sekaligus menyandang Tupoksi Pembina dan Pengawas PNS (UU. No.34/2004), Wakil Walikota harus berani menjatuhan sanksi, minimal adminsitrasi. Publik pasti mendukung langkah itu, karena selama ini tindakan prilaku pejabat ‘dugem’ itu bukan rahasia umum lagi.

Dijelaskannya, Wakil Walikota harus menunjukkan kearifan mensikapi panasnya suhu politik dan segera merangkul semua pihak untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar. “Dalam situasi seperti ini perlu kearifan mensikapi sesuatu maka tunjukan sikap kenegarawanan dan ‘ngemong’ agar situasi makin kondusif tentunya tetap berkoordinasi dengan Walikota yang secara sah masih memiliki kewenangan hingga jatuhya hukuman yang memiliki kekuatan hukum (ingkrah),” jelas Didit.

Yang paling penting Wakil Walikota segera mengklarifikasi semua dugaan tuduhan dan mengambil langkah yang tepat terhadap pejabat dugem agar tidak dimanfaatkan menjadi celah politik untuk meminta pertanggungjawaban Rahmat Effendi sebagai Ketua BNK. (dadang)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).