Skip to main content

Pengelola Kafe di Rembang Mulai Resah Dengan Akan Dilakukannya Pendataan Penghasilan


Keterangan Foto: Budi Santoso, salah satu pemilik kafe di Rembang
REMBANG -Rencana Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Rembang untuk melakukan pendataan kafe dan karaoke mendapat reaksi keras dari sejumlah pengelola usaha jasa tersebut.
Budi Santoso alias Odol, salah satu pengelola usaha Kafe karaoke di kabupaten Rembang dan pemilki Pallapa Cafe menilai, surat pemberitahuan yang diberikan oleh DPPKAD tertanggal 15 Desember dianggap tidak tepat. Apalagi kata dia, pihak DPPKAD berencana menempatkan petugas mulai (20/12) hingga (24/12) untuk melakukan pendataan.
''Hal ini jelas membuat para pengelola kafe khususnya saya merasa tidak nyaman dan imbasnya bagi pengunjung,''katanya.
Menurutnya, sebaiknya rencana pemerintah itu dibatalkan saja. Meskipun surat pemberitahuan tersebut disampaikan  petugas untuk  memperoleh data akurat  terkait pemakaian room cafe atau Karaoke. Selain itu, kata dia, pihaknya juga mempersoalkan apa sebenarnya tujuan itu, jika terkait dengan upaya peningkatan pendapatan yang diperoleh dari usaha ini bukan begini caranya
''Toh , selama ini kita juga rutin selalu menyetorkan pajak , apalagi yang diinginkan sich,”ujarnya.
Budi menilai, sikap pemerintah  yang seperti ini jelas membuat resah kalangan usaha. Apalagi, ada rencana untuk menaikkan pendapatan melalui pengawasan volume kafe dan karaoke. ''Hal ini jelas tidak mendasar  jika dijadikan patokan, padahal  volume  setiap hari tidak sama, ''terangnya.
Sementara itu Koordinator LSPP Susanto mengatakan, pemerintah tidak boleh sewenang-wenang dalam menentukan aturan terhadap pengelola usaha termasuk usaha kafe karaoke. Selain itu, motif pendataan terhadap sejumlah usaha kafe dengan menerjunkan sejumlah petugas dianggap tidak pas.
''Lebih baik dilakukan identifikasi tarif dengan cara lain yang lebih tepat bukan Volume yang  dijadikan ukuran untuk menghitung pendapatan pajak yang disetorkan kepada daerah,''jelasnya.
 Dia juga berharap rencana menempatkan petugas untuk pendataan  dibatalkan saja karena  hal itu jelas bisa membuat pengusaha sejenis jugaikut resah. “Lebih baik rencana itu difikir ulang jangan sampai membuat tidak nyaman dalam iklim usaha,''imbuhnya.(hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).