Skip to main content

Polri Siap Kerjasama Dengan KPK untuk Berantas Korupsi

JAKARTA - Polri menerima ajakan KPK untuk sama-sama berhenti korupsi. Polri siap bekerja sama dengan KPK untuk memerangi korupsi di lembaga masing-masing.

"Selama ini kan kita telah kerja sama, jadi kerjasama itu tetap terus kita lakukan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Jakarta, Kamis (30/12/2010).

Anton menjelaskan, selama ini pihaknya terus bekerja sama dengan KPK dalam penanganan berbagai kasus. "Kita kan ngga bisa bekerja sendiri," jelasnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi mengajak lembaga hukum seperti jaksa, polisi, dan hakim, untuk berhenti korupsi. Jika tetap dibiarkan, pemberantasan korupsi sampai ke akar-akarnya sulit dilakukan.

"Kami ajak jaksa, polisi dan hakim untuk berhenti korupsi. Kalau enggak, yang nakal-nakal akan kami ambil," tegas Komisioner KPK, Bibit Samad Rianto dalam konferensi pers akhir tahun KPK, Rabu (29/12/2010).

Dalam laporan akhir tahun Polri 2010, penanganan kasus korupsi mencapai 277 perkara sementara tahun 2009 terjadi 427 perkara. Artinya terjadi penurunan sebanyak 150 perkara.

Sementara dari data laporan tersebut, sebanyak 231 perkara diselesaikan sedangkan tahun 2009 sebanyak 204 perkara. Dengan demikian penyelesaian perkara korupsi meningkat 27 perkara.

Data itu juga menyebutkan, Polri telah menyelamatkan keuangan negara pada tahun 2010 sebesar Rp 339.646.929.059 sedangkan tahun 2009 sebesar Rp 195.671.252.605 sehingga jumlah kerugian negara yang dapat diselamatkan meningkat sebesar Rp 143.975.676.454.

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).