Skip to main content

Produk APE Buatan Sutrisno Mampu Tembus Pasar Luar Pulau

REMBANG-Kerajinan tangan dan alat permainan yang murah, kreatif dan edukatif sangat penting bagi anak-anak di usia pertumbuhan. Permainan yang biasa dikenal dengan nama alat permainan edukatif (APE) tersebut bisa membantu merangsang aspek motorik, afektif, dan kognitif mereka.

Alat peraga pendidikan ini mudah didapat di desa Sendang Mulyo Kecamatan Sluke, salah satunya pengrajin peraga TK dan Alat Peraga Edukatif (APE) Muhamad Sutrisno (42 th) warga RT 01/ 03 desa Sendang Mulyo Kecamatan Sluke. menurut lelaki pecinta anak-anak itu, alat permainan maupun kerajinan tidak harus bagus dan mahal, pasalnya sebagus apapun permainan secara fisik namun minim manfaat tidak memberikan banyak guna. "Aspek edukasi harus menjadi salah satu tolok ukur bagi orang tua saat memilihkan mainan bagi putra-putrinya," ujarnya.

Sutrisno selama kurun waktu lima tahun terakhir memproduksi sekira 80 jenis alat peraga, seperti balok kognitif, balok angka dan puzzle. Harga jual bervariasi menurut bbahan baku dan bentuk APE. "Aneka APE diperjual belikan dengan harga yang variatif. Untuk balok robot dihargai Rp 50.000 per item, sedangkan menara segitiga Rp 24.000, puzzle binatang seharga Rp 42.000 dan masih banyak lagi macamnya," ungkapnya.

Ia menambahkan, produksinya dijual ke hampir seluruh kota di Jawa dan Bali serta ke sejumlah daerah di luar Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. "Ragam alat-alat peraga edukasi ini meski sekilas tampak sederhana tapi memenuhi kebutuhan hiburan maupun pendidikan," imbuhnya.(hasan)  

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).