Skip to main content

Tak Diizinkan Menikah, Joni Pilih Gantung Diri


REMBANG-Usai bertengkar hebat dengan ibunya, Joni Alamsyah (21 th), warga RT 5-RW 1 desa Wonokerto, Kec. Sale, Kab. Rembang, nekat menghabisi nyawanya. Pemuda penggemar berat minum minuman keras itu ditemukan sudah tak bernyawa dalam kondisi menggantung di kamar tidurnya.

Camat Sale Sunarto yang rumahnya berdekatan dengan korban saat ditemui menerangkan, sebelum Joni ditemukan tewas sebelumnya terlibat adu mulut dengan ibunya bernama Maslikah (54 th). meski terdengar hingga keluar rumah namun tak satupun tetangga berani melerai.
"Joni juga sempat berebut ponsel milik ibunya yang kemudian dibantingnya," terangnya.

Menurut dia, pada waktu itu datang kakak sepupu pelaku bernama Hari (24 th) mencoba melerai. Namun justru dihardik dan terjadi adu fisik diantara mereka.
"Sementara Maslikah lari ke luar rumah melapor kepada Maksum ketua RT setempat," jelasnya.

Ia tambahkan, kemudian Maksum yang datang ke rumah pelaku lemudian berhasil melerai pertengkaran antara dua bersaudara itu dan selanjutnya Jonimasuk ke dalam kamar.
"Hingga malam hari dia tidak keluar juga dan saat ditengok di dalam kamar ternyata dia nekat mengkahiri hidup dengan cara mengantung diri dengan tali plastik," imbuhnya.

Sunarto yang mendapat laporan dari keluarga korban segera meneruskan informasi itu ke Polsek setempat. Sekira 10 menit kemudian aparat Kepolisian dan petugas puskesmas tiba dilokasi memeriksa kondisi Joni.
"Dari hasil visum tidak ada tanda-tanda kekerasan, hanya ditemukan sedikit luka di tangan yang diduga dialaminya sewaktu bertengkar dengan kakak sepupunya," pungkasnya.

Kuat dugaan, aksi nekat Joni dipicu kemarahan ibunya yang tak mengizinkan dia menikahi pacarnya di Semarang. Sebab setelah diselidiki oleh pihak keluarga ternyata si pacar masih bersuami dan sudah memiliki anak.(hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).