Skip to main content

Uji Coba 5 Hari Kerja Di Lingkungan Pemkab Rembang Dimulai


REMBANG-Pemerintah Kabupaten rembang mencanangkan dimulainya ujicoba 5 hari kerja di lingkungan pemerintah daerah setempat per tanggal 3 Januari 2011. Pencanangan dilaksnakan bertepatan dengan upacara apel pagi di halaman kantor Bupati, dihadiri Sekda, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala SKPD, Kepala Bagian Setda dan peserta upacara lainnya.

Wakil Bupati Rembang H Abdul Hafidz selaku inspektur upacara antara lain mentebutkan, penerapan ujicoba 5 hari kerja berlaku mulai tanggal 1 januari 2011. Perubahan jam kerja PNS di lingkungan pemkab Rembang, hari Senin sampai dengan Kamis jam masuk 07.00 WIB dan pulang 5.30 WIB. Sedangkan untuk hari Jumat jam masuk 07.00 WIB dan pulang 11.00 WIB.

"Penerapan 5 hari kerja ini berdasarkan peraturan Bupati nomor 38 tahun 2010 tentang pelaksanaan ujicoba penerapan lima hari kerja pada perangkat daerah Kabupaten Rembang," ucapnya.

Ia menegaskan, pelaksanan penerapan ujicoba ini dimaksudkan untuk mewujudkan efisiensi, efektifitas dan produktifitas kerja Pegawai negeri sipil daerah. Oleh karena itu semua PNS termasuk CPNS wajib melaksanakannya.

"Ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010, tentang disiplin PNS. Antara lain disebutkan bahwa salah satu kewajiban PNS adalah masuk kerja dan mentaati ketentuan jam kerja," tandasnya.

Saat ditemui usai upacara apel pagi Wakil Bupati Rembang Abdul hafidz mengatakan, pelaksanaan ujicoba lima hari kerja  berlaku selama 6 bulan. Selanjutnya akan dievaluasi meliputi produktifitas kerja, efisiensi, disiplin pegawai, serta tanggapan masyarakat terhadap pelaksanaan 5 hari kerja tersebut.

"Hal lain yang sangat penting dan perlu diperhatikan dalam pelaksanaan ujicoba loma hari kerja adalah peningkatan kualitas pelayanan publik termasuk pelayanan kepada masyarakat jangan sampai terganggu, justru semakin ditingkatkan," ujarnya.

Ia menyampaikan, jajaran SKPD yang terkait langsung dengan unit pelayanan masyarakat, seperti Kantor Pelyanan Perijinan Terpadu (KPPT), Dinas kependudukan dan catatan Sipil (Disdukcapil), Rumah Sakit dan Puskesmas, harus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat pada hari Sabtu.

"Dengan memberlakukan sistem piket. Sedangkan untuk unit kerja tertentu seperti Rumah Sakit dan Satgas Pemadam kebakaran tentunya tetap memberikan pelayanan 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu," pungkasnya. (hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).