Skip to main content

Dapat Blockgrand Revitalisasi 1,3 M, SMPN 2 Lamongan Masih Pungut Uang Gedung

LAMONGAN- SMPN 2 Lamongan, belakangan menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya sekolah yang masuk RSBI tersebut, meski telah dua tahun berturut-turut mendapat bantuan masing-masing Rp 850 juta (2009) dan Rp 1,3 milyar (2010), namun pungutan pada siswa masih tetap berjalan lancar dan malah meningkat hingga mencapai Rp.3 juta per anak.

Selain itu, ada pungutan bulanan mencapai Rp. 250.000 per anak, padahal selain membantu hingga milyaran rupiah, pemerintah juga mengucurkan dana BOS Rutin dan BOS Buku. Bisa dibayangkan, dana yang dikelola sekolah menengah yang terletak di jalan Veteran Lamongan tersebut mencapai milyaran rupiah per tahun.

Kasek SMPN 2 Lamongan, Janadi yang dikonfirmasi melalui wakasek Nasrun membenarkan adanya bantuan tersebut. Namun dia sekaligus meluruskan bahwa pada 2009 sekolahnya hanya mendapat dana RSBI sebesar Rp.300 juta, dan dana revitalisasi RSBI sebesar Rp 1,3 M, dari jumlah tersebut murni untuk fisik gedung sekolah. Rinciannya, 8 ruang kelas masing-masing 60X8 dan 8 ruang MCK.

“Dana tersebut adalah dana revitalisasi RSBI, kalau pada 2009 SMPN 2 sesuai kabar yang beredar katanya sebesar Rp.850 juta, itu sama sekali tidak benar, mas!,” kata Nasrun pada wartamerdeka.com.

Ironisnya, sekolah masih membebani pada siswa nya dana pembangunan yang istilahnya diperhalus menjadi dana investasi siswa. Informasi yang diterima wartamerdeka.com, hingga mencapai Rp.3 juta per anak (uang pembangunan) dan RP. 250 ribu per anak per bulan.

“Seolah tak ada manfaatnya pemerintah mengucurkan dana hingga milyaran untuk revitalisasi gedung sekolah, kalau beban untuk itu masih saja membuat kalangan wali murid kelabakan,” ujar salah satu wali murid, yang meminta namanya tidak usah disebutkan.

Nasrun, sekali lagi perlu meluruskan informasi tersebut, menurut dia yang benar untuk uang gedung maksimal per anak hanya RP. 2 juta dan dana bulanan Rp.250 ribu per anak per bulan. “Tapi jangan lupa, ada sekitar 53 orang anak yang mendapat dispensasi uang gedung, ada yang membayar separoh, ada yang bebas, namun prosentasenya banyak yang separoh,” lanjut dia.

Kalau semua dana tersebut dikumpulkan, per tahun SMPN 2 mengelola dana mencapai milyaran rupiah, itu belum bantuan Bos Rutin dan Bos Buku dari pemerintah. Fakta inilah, wajar kalau masyarakat terus mempertanyakan pada lembaga pendidikan untuk apa dana investasi atau pembangunan yang dipungut dari siswa, yang besarannya mencapai jutaan rupiah, sementara pemerintah sudah mengucurkan untuk itu?

Kabid Dikmenumjur, Adi Suwito, dikonfirmasi melalu telephon mengaku tak tahu menahu. “Maaf, saya baru dua haru menjabat Dikmenum, jadi saja belum tahu sama sekali,” tandas Adi.

Terkait munculnya dugaan pengelolaan dana tersebut, kejaksaan Negeri Lamongan, hingga kini belum bisa dikonfirmasi, namun sumber dari kantor tersebut mengaku akan segera memanggil pihak-pihak yang terkait.
“Hingga sekarang kami belum masuk kearah situ, mungkin setelah ada tulisan dari media ini, Mas,” kata salah satu sumber yang dekat dengan kejaksaan. (Mas-wartamerdeka.com)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).