Skip to main content

Ratusan Buruh yang Tergabung Dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Demo PLN Purwakarta

PURWAKARTA (wartamerdeka.com) - Ratusan Buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cabang Purwakarta baru-baru ini melakukan demo di depan kantor PLN. Hal ini terkait dengan masalah kesejahteraan para buruh Outsorsing yang di pekerjakan PT Mitra Insan Utama (PT.MIU) di PLN. Adapun tuntutan para buruh meliputi kesejahteraan, hal ini sebagaimana di sampaikan ketua konsulat FSPMI Cabang Purwakarta (Fuad). “Kami menuntut kesejahteraan para karyawan, hentikan mutasi, hentikan intimidasi kepada buruh PT MIU,” ujarnya kepada wartawan . 


“Di samping hal tersebut ratusan buruh yang tergabung dalam FSPMI juga meminta agar para buruh yang di rumahkan sebanyak 160 orang agar di pekerjakan kembali walaupun saat ini telah 40 orang di panggil untuk kembali bekerja namun sisanya akan dimutasi ke berbagai daerah,” ujarnya lagi.
 
Hal senada juga di sampaikan Humas PLN Purwakarta (Ajat). “Berhubung mereka (para pendemo) datang ke kantor PLN, ya... terpaksa kita juga memfasilitasi mereka untuk melakukan pertemuan dengan pihak terkait terutama PT.MIU , adapun selanjutnya kita akan melakukan mediasi dengan para buruh yang tergabung dengan FSPMI dan PT. MIU yang seharusnya di fasilitasi Disnakertrans Purwakarta,” ujarnya.



Menindak lanjuti para pendemo akhirnya pihak PLN melakukan rapat dengan berbagai pihak terkait termasuk dengan perwakilan PT. MIU unit Purwakarta hal ini di lakukan karena para pendemo salah alamat seharusnya mereka melakukan demo kepada PT. MIU bukan PLN karena yang memiliki kewenangan penuh untuk menindaklanjuti tuntutan para buruh adalah PT. MIU. Hal ini seperti yang disampaikan Manajer PLN Purwakarta, Bambang.W. saat memberikan Konfrensi Pers kepada para wartawan. “Mereka (para pendemo) salah alamat karena seharusnya mereka berdemo ke PT. MIU selaku atasan mereka dan PLN sama sekali tidak ada urusan secara langsung dengan mereka (para buruh) karena yang mempekerjakan mereka adalah PT. MIU bukan PLN,” ujarnya.

Sementara kepala unit PT. MIU (Budi) saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan: “saya tidak memiliki kewenangan untuk menjawab berkaitan dengan demo para buruh PT. MIU di depan kantor PLN sebelum mendapatkan arahan dari Pusat”. 

Saat ditanya tentang buruh yang dirumahkan Budi mengatakan: “itu kewengan manajemen pusat dan benar memang ada yang dirumahkan adapun jumlah pastinya saya ga tau”. (Asep Budiman)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).