Skip to main content

Oknum PNS di Kantor Camat Kurra Terima Gaji Buta, Kerja Rangkap di PT Freeport


TORAJA (wartamerdeka.com) - Seorang PNS di kantor Camat Kurra, saat ini diketahui bekerja sebagai karyawan PT. Freeport Indonesia di Tembagapura Papua. Oknum berinisial JP ini dikenal sebagai putra seorang anggota DPRD Tator. Dengan sehari-hari bekerja di PT Freeport, praktis JP tak pernah masuk kantor alias lalai dari tugasnya selaku PNS. Informasi ini diperoleh dari sebuah sumber yang layak dipercaya di lingkup Pemda Tator, baru-baru ini.


Sejak terangkat PNS maka selama itu pula JP dianggap menerima gaji. Hanya saja, kata sumber tersebut, sejauh ini gaji itu tidak diterima yang bersangkutan. Menurut Yusuf P Pillo, ayah JP yang juga anggota dewan Tator dari partai PDS, masalah yang melibatkan anaknya itu lebih sebagai tanggungjawab camat bersangkutan.

“Saya bilang sama camat kurra waktu itu bagaimana ini. Camat bilang tidak ada masalah dan dia pun tempatkan di kantornya,” ungkap Pillo ketika dikonfirmasi via ponsel, Kamis, 15 Desember.

JP sendiri diusulkan jadi PNS yang lalu lewat  jalur sekdes. Kata Pillo, waktu itu sedang maraknya pengurusan usulan sekdes (seklem) jadi PNS. Salah satu yang mendapat keberuntungan saat itu adalah JP. “Masih jamannya Pak Inno ketika itu sebagai kabag pelayanan desa yang memproses untuk pengusulan,” terangnya. Sementara itu, Camat Kurra, Daud, ketika dihubungi lewat poselnya, tidak menjawab. Hubungan telepon terkoneksi namun tidak diangkat.  (TOM/YAN)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).