Skip to main content

Perbaikan Jalan Lingkungan Desa Nangewer Diduga Asal Jadi


PURWAKARTA (wartamerdeka.com) - Pertengahan tahun 2011 Desa Nangewer Kecamatan Darangdan telah mendapatkan Dana Program Peningkatan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) bantuan pusat sebesar Rp250 juta rupiah. Dana PPIP sebesar Rp250 juta rupiah itu dialokasikan untuk perbaikan jalan lingkungan wilayah Desa Nangewer. Namun, Jalan Lingkungan Kampung Citamiang itu kondisinya kini sudah amburadul, sehingga disinyalir pekerjaannya asal jadi.

Menurut salah seorang warga Rt 24/08 Kampung Citamiang Desa Nangewer yang namanya enggan dipublikasikan menerangkan, dia tiap hari melewati jalan Citamiang. "Tapi baru saja jalan ini diperbaiki, kok jalannya sudah rusak lagi. Perbaikan jalan ini kan belum lama, tapi kenapa cepat ruksak. Padahal anggarannya itu pasti besar,”ungkap dia.


Sementara itu, Ketua Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) Desa Nangewer Jejen saat dijumpai  tadi pagi, menuturkan bahwa pekerjaan perbaikan jalan Kampung Citamiang menuju perbatasan Jalan Kampung Sukadingin sepanjang volume 2,68 KM dan lebar 2,5 meter sudah selesai dikerjakan. Bahkan, sudah serah terima antara OMS dengan masyarakat setempat.

Namun, ketika ditanyakan soal Dana Pemeliharaan, Jejen menyebutkan sebetulnya ada Dana Pemeliharaan sebesar Rp5 juta rupiah, uangnya disimpan di rekening Pak Suhla selaku Ketua Kelompok Pemanfaatan Pemeliharaan (KPP). "Tapi, dananya sampai saat ini belum dialokasikan untuk perbaikan atau pemeliharaan, karena alasan Pak Suhla sedang sakit,”ungkapnya.

Adapun menurut LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Bidang Pengawasan A. Sopyan menegaskan, dana PPIP yang dialokasikan untuk Jalan Citamiang- Sukadingin cukup besar, tapi kenapa jalan tersebut belum genap 6 bulan sudah amburadul. "Diduga pekerjaan jalan tersebut tidak sesuai Juknis dan Juklak yang semestinya,”tegas A. Sopyan.

“Apalagi kalau ada Dana Pemeliharaan sebesar Rp5 juta rupiah kenapa Pihak KPP tidak secepatnya memperbaiki jalan yang kini sudah ruksak kembali,”tegas A. Sopyan.

”Tentu ini harus menjadi perhatian Pihak OMS, KPP dan terutama Pihak Konsultan baik dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Purwakarta maupun Provinsi Jabar untuk segera menindaklanjuti terkait Jalan Lingkungan di Desa Nangewer tersebut,”ujarnya.

Sopyan berharap dengan adanya temuan terkait Perbaikan Jalan Lingkungan di Desa Nangewer yang kini kondisinya amburadul bisa dijadikan barometer bagi Desa lain yang juga akhir tahun 2011 ini mendapatkan Dana PPIP agar dalam pelaksanaan pekerjaan jalan sesuai prosedur Juknis dan Juklak yang diberlakukan. (AJ-IHR)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.