Skip to main content

Prayitno Ramelan, Calon Gubernur DKI Jalur Independen Minta Restu ke Guru SD-nya


JAKARTA (wartamerdeka.com) - Calon Gubernur DKI Jakarta 2012-2017 dari jalur independen, Marsekal Muda (Pur) Prayitno Ramelan SIP punya cara unik dan simpatik untuk memulai langkah menuju pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Sebelum mengumumkan pencalonannya, dia berkunjung dulu  ke SD Negeri Utan Panjang 01, Kemayoran, Jakarta Pusat. Itu dilakukannya pada Senin 9 Januari 2012. Bersama dengan pasangannya, Calon Wakil Gubernur Ir H Teddy Suratmadji MSc, Prayitno Ramelan bersilaturahmi ke SD yang menjadi almamaternya untuk menyampaikan niat dan memohon doa restu kepada para guru, orang tua murid, dan teman-teman di masa kecilnya.

“Di kawasan Kemayoran ini saya tumbuh dan dibesarkan sejak balita. Saya tamat Sekolah Rakyat di sini. Jadi, sekarang saya memulai langkah mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta dari Kemayoran juga,” ujar putera budayawan Betawi dan juga wartawan tiga zaman, almarhum H Ran Ramelan itu, yang dikenal melalui karya-karya sinemanya semisal Macan Kemayoran dan Singa Betina dari Marunda.


Menurut dia, langkah pencalonannya ini sekaligus merupakan simbol bahwa pasangan Bang Ramelan – Kang Teddy langsung menemui warga, penduduk Ibu Kota, bukan partai politik atau lembaga lainnya. “Kami juga ingin menegaskan bahwa pencalonan melalui jalur independen menunjukkan pasangan ini tidak ingin menjadi sandera para politisi yang cenderung semakin jauh dari harapan rakyat,” timpal Teddy, yang juga Presiden Direktur PT Sari Arthamas (Hotel Sari Pan Pacific).

Sebab itu, ujarnya, dengan Bismillah, pasangan ini mengusung ide TEGAS dan INDEPENDEN dalam pemilihan umum kepala daerah Gubernur DKI Jakarta 2012-2017 yang menurut rencana akan berlangsung pada pertengahan tahun ini. Pasangan Bang Ramelan dan Kang Teddy ini juga menarik karena merupakan kombinasi antara purnawirawan marsekal yang lama berkarir di bidang intelijen dan pengusaha sekaligus pendakwah. Prayitno Ramelan hingga kini masih aktif sebagai Staf Ahli di Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) dan kerap menjadi nara sumber di berbagai media elektronik maupun cetak sebagai pengamat intelijen. Selain itu, ia juga aktif menjadi blogger dan menulis buku intelijen. Salah satu karyanya adalah buku Intelijen Bertawaf.

Sedangkan Teddy Suratmadji yang kelahiran Garut, Jawa Barat, adalah pengusaha yang jauh dari publikasi negatif. Sebaliknya, alumni Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung pada 1979 ini menerbitkan sejumlah publikasi, antara lain buku Dakwah di Media Cyber dan mengasuh rubrik “Religiopreneur”.

Kini keduanya bergabung sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen. “Sebelum terpilih, kami bekerja keras. Setelah terpilih, kami akan lebih bekerja keras untuk mewujudkan Jakarta yang lebih baik,” tandas Prayitno Ramelan yang ingin memudahkan proses aneka perizinan bagi penduduk DKI Jakarta jika terpilih kelak.

Ia menjelaskan, berbeda dengan yang maju berkendaraan partai politik, calon dari jalur independen sejak awal bekerja keras menghimpun suara riil melalui pengumpulan salinan (foto kopi) kartu tanda penduduk (KTP). Pasangan Bang Ramelan – Kang Teddy pun yakin dengan cara ini akan muncul pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang tegas, independen, amanah (akuntabel dan transparan), serta dekat dengan warga sehingga akan lebih mudah mengatasi kompleksitas permasalahan di Ibu Kota antara lain kemacetan lalu lintas, banjir, dan kriminalitas.(aris)


(Sumber: www.wartamerdeka.com)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.