Skip to main content

Ray Rangkuti: Kasus Nazaruddin Akan Jadi Alat Tawar Politik Jelang 2014



JAKARTA (wartamerdeka.com) – Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menduga, kasus Nazaruddin akan menjadi alat tawar politik menjelang Pemilu 2014. Selain itu, kasus dana talangan Bank Century sekitar Rp 6,7 triliun juga berpotensi menyandera dan menyerang elite PD dengan upaya mendorong hak menyatakan pendapat (HMP).
Namun menurut dia, nyanyian Nazaruddin sudah kehilangan momentum. Padahal, kalau sedari awal diungkap, bisa jadi semacam “bom”.  “Kalau sekarang Nazar katakan di balik semua kasus Wisma Atlet dan Hambalang terdapat nama elite PD, itu sudah tidak berarti. Terbukti tidak ada yang terlalu merespons, baik dari pers maupun masyarakat sipil,” katanya.
“Sekarang memang tidak potensial Presiden SBY diserang. Tapi faktanya, Tim Pengawas Century minta perpanjangan masa kerja hingga 2012,” katanya dalam Dialektika Demokrasi dengan tema "Nyanyian Nazar, Lonceng Keterpurukan Partai Demokrat" di Gedung DPR, Jakarta, baru-baru ini.

Sementara itu, Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia Effendy Ghazali mengatakan, semua pihak, dalam hal ini media massa, jangan terfokus pada nyanyian Nazaruddin.
Sebab kita akan kehilangan momentum untuk melakukan investigasi. “Misalnya Nazar mengaku datang ke ruang Fraksi PD dan bertemu dengan TPF (Tim Pencari Fakta). Mestinya wartawan mencari tahu dengan investigasi hal itu kepada nama yang disebut Nazaruddin," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPP Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika, mengatakan PD tidak terpengaruh. Dikatakan, Partai Demokrat (PD) tidak merasa terpuruk akibat kasus suap Wisma Atlet SEA Games di Palembang, yang menjadikan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat  M Nazaruddin sebagai terdakwa.
Pasek menjelaskan, kalau PD tidak konsisten terhadap penegakan hukum, maka akan menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat. Namun, selama ini sudah terbukti  PD tidak pernah melindungi kader yang bermasalah.
Kalaupun ada penurunan kepercayaan, itu suatu kewajaran. Tapi, pada saatnya nanti, masyarakat akan tahu bahwa PD ternyata konsisten terhadap penegakan hukum.
“Menjelang Pemilu 2014 mendatang, kami yakin suara PD akan tetap berada dalam posisi naik,” katanya.
Ia mencontohkan, ketika kasus Nazaruddin mencuat, banyak kalangan berpendapat, PD akan melindungi dia.  Tetapi yang terjadi PD memecat Nazaruddin. “Mungkin karena dia (Nazaruddin, Red) tidak terima diberikan sanksi, maka dia menyudutkan partai. Tapi PD tetap berpendirian memberikan sanksi, karena lebih baik selesaikan sekarang, agar dapat melakukan pembenahan daripada jadi masalah nanti," katanya.
Terkait pernyataan Nazaruddin ketika membacakan nota keberatan (eksepsi), Pasek mengatakan, nyanyian Nazar sama persis ketika masih menjadi buronan. Tetapi  Demokrat  senang karena Nazaruddin mengungkapkan nyanyian itu di persidangan.
"Sekarang kami senang, dia  nyanyi di panggung yang benar. Jadi, sekarang sudah bisa dibuktikan, mana fakta hukum dan fiksi. Kalau sudah masuk di pengadilan jauh lebih bagus. Saya justru tertarik, bagaimana Nazaruddin bisa mengatur kasus korupsi yang lain,” tutur Pasek.
Ketua DPR Tantang Pembuktian
Terpisah, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie mengakui bahwa kasus tindak kejahatan korupsi yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan Kasus Bank Century akan terus mencederai dan mempersulit Partai Demokrat di tahun 2012.
Dikatakan, Partai Demokrat dan istana dirusak kasus Nazaruddin dan Centurygate. Wajah Demokrat sudah buruk karena korupsi melilit partai biru itu. Dalam kasus Nazaruddin, beberapa politisi Demokrat terseret, sementara dalam kasus Century juga sama.
Menurutnya, ke dua kasus korupsi tersebut akan terus menyerang partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Kasus tersebut akan terus dipolitisasi.
"Eskalasi politik pada tahun 2012, Partai Demokrat berada pada posisi sulit karena kasus Nazaruddin dan Century yang akan terus menerus dipolitisasi. Semua ini sedikit banyak akan berdampak pada PD," kata Marzuki di Jakarta, Minggu (01/01/’12).
Walau demikian, Ketua DPR RI itu menantang seluruh pihak untuk membuktikan atas tudingan terhadap partainya yang diduga telah melakukan rekayasa terhadap hasil audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kasus skandal Bank Century.
"Jika memang benar ada yang merekayasa, maka tugas aparat yang harus mengungkapnya. Tunggu saja, sampai kapanpun kebenaran akan muncul dan siapapun tidak akan bisa menutupinya. Sehebat-hebatnya manusia, jika Allah sudah marah, maka enggak ada cerita lagi," tegasnya. (DANS)


(Sumber:www.wartamerdeka.com)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.